Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pendaftaran Sekolah Swasta Membludak, Kadisdik Himbau Tak Mainkan Harga

Kamis, 4 Juli 2019, 11:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file/kadisdik boy

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kepala Dinas Pendidikan Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, mengimbau agar pengelola sekolah swasta tidak menggunakan kesempatan ini untuk memainkan harga. Biaya-biaya yang ditetapkan diharapkan tetap pada ukuran wajar untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan.
 
"Marilah kita sama-sama, jangan mengambil kesempatan lah. Itu anak-anak kita, mari kita dukung. Yang sewajarnyalah, kalau memang ada biaya, biaya yang sewajarnya. Bukan menutup kemungkinan, nanti mereka teriak-teriak swasta kan mandiri, silahkanlah yang wajar," ujarnya di Denpasar, Rabu.
 
Boy mengimbau agar sekolah swasta tetap membuka peluang menerima PPDB. "Seperti tadi itu, jangan menganbil kesempatan, buka peluang lagi. Nanti saya kontak bagi yang belum (diterima sekolah) nanti kita hubungi swasta, buka dulu lah," ujarnya.
 
Jika sekolah negeri dibanjiri orang tua yang mengeluhkan sistem zonasi PPDB SMA, sekolah swasta kini dibanjiri pendaftaran siswa hingga mencapai ribuan orang. Sekolah swasta yang kebanjiran pendaftaraan calon siswa di wilayah Kota Denpasar diantaranya SMA Dwijendra, SMA Saraswati, SMA Harapan, dan SMA Santo Yoseph. 
 
Hal tersebut dibenarkan Kepala SMA Dwijendra Made Oka Antara saat ditemui Rabu (3/7/2019). Menurut Oka, kuota sekolah swasta sudah ditetapkan dalam Permendikbud No. 51 Tahun 2018 yang hanya menampung 432 siswa baru. Sedangkan anak yang mendaftar hampir mencapai 1000 orang lebih. 
 
Kondisi serupa juga diakui Kepala SMA Saraswati (Slua), I Made Budiadnyana. Ia mengatakan, anak yang sudah memastikan diri untuk sekolah di Saraswati hingga Rabu sudah mencapai 200 orang lebih. "Kami tetap membuka pendaftaran hingga PPDB SMA diumumkan, kita menunggu negeri saja," ujarnya. 
 
Terkait biaya pendaftaran, kedua kepala sekolah itu mengatakan biaya dibayar setelah melakukan pendaftaran kembali dan jumlahnya berbeda-beda untuk setiap sekolah.
 
"Kami tetap membuka pendaftaran sampai kuota penuh, kami tidak berani melanggar peraturan daya tampung maksimal 432 siswa baru sesuai Permendikbud No. 51 Tahun 2018," kata Kepala SMA Dwijendra, Made Oka Antara.[bbn/tim/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami