Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
ACT Berikan Bantuan ke Ratusan Kepala Keluarga Korban Gempa Maluku Utara
Kamis, 18 Juli 2019,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Maluku. Gempa bumi berkekuatan 7,2 SR melanda Halmahera Selatan, Maluku Utara hingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Melalui surat keputusan yang diterbitkan, Bupati Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat penanggulangan bencana selama tujuh hari, sejak Senin (15/7) hingga Minggu (21/7).
[pilihan-redaksi]
Merespon situasi darurat tersebut, ACT telah mendistribusikan kepada 300 KK di Desa Mafa. Kec. Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi, dan lain-lain.
Merespon situasi darurat tersebut, ACT telah mendistribusikan kepada 300 KK di Desa Mafa. Kec. Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi, dan lain-lain.
Menurut pantauan tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia Maluku Utara (MRI Malut), “Hanya beberapa warga yang terlihat beraktivitas di kampung ini karena sebagian besar sudah mengungsi di daerah gunung,” lapor Surachman Manan dari tim MRI Malut.
Anggota Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Rachmat Junaidy menambahkan, air bersih menjadi kebutuhan mendesak korban gempa. “Setelah gempa, sumber air bersih warga tidak lagi ada. Air menjadi keruh,” terang Rachmat.
Tidak hanya kelangkaian air bersih, makanan siap santap, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi menjadi kebutuhan mendesak korban saat ini. Akses ke sejumlah lokasi terdampak pun cukup sulit. Tidak jarang, untuk menjangkau desa tertentu, para relawan dan petugas kesehatan harus menggunakan kapal cepat.
[pilihan-redaksi2]
“Butuh bahan bakar yang cukup untuk menuju desa-desa itu. Sedangkan, bahan bakar lebih banyak tersedia di kota,” lanjut Rachmat.
“Butuh bahan bakar yang cukup untuk menuju desa-desa itu. Sedangkan, bahan bakar lebih banyak tersedia di kota,” lanjut Rachmat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi bangunan retak karena dikhawatirkan ambruk bila terjadi gempa susulan.
“Masyarakat sebaiknya bila rumahnya sudah retak, sudah rusak, jangan dihuni lagi. Lebih baik berkumpul dengan saudara-saudara lain yang ada di pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah,” ungkap Daryono Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026