Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Revolusi Industri 4.0: Humas Perlu Adaptasi dengan Perubahan yang Cepat
Selasa, 30 Juli 2019,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam era revolusi industri 4.0, Praktisi humas harus beradaptasi untuk mengantisipasi perubahan yang cepat tidak hanya pada lanskap bisnis tetapi juga lanskap media sosial.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Agung Laksamana, M.Sc,IAPR. saat seminar dan workshop Humas 4.0 dalam menyukseskan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang diselenggarakan Beritabali.com bersama Media Development Investment Fund (MDIF) di Kampus STMIK Primakara, Selasa (30/7).
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Agung Laksamana, M.Sc,IAPR. saat seminar dan workshop Humas 4.0 dalam menyukseskan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang diselenggarakan Beritabali.com bersama Media Development Investment Fund (MDIF) di Kampus STMIK Primakara, Selasa (30/7).
Dengan begitu, lanjutnya, mereka diharapkan mampu selaras berjalan dengan perubahan yang diartikulasikan dalam kompetensinya. "Hal itu penting karena 5 tahun sebelumnya dunia humas sudah berubah total," ujarnya.
Hal ini juga yang ia tekankan di setiap humas pemerintah atau swasta yang ada di daerah yakni perlu ada percepatan terhadap perubahan dengan beradaptasi dengan perubahan lanskap sosial media agar bisa menghasilkan konten yang progresif dan positif bisa berdampak pada masterplan bisnis mereka.
"Bagi Bali sendiri ini kesempatan yang cukup besar bagi humas-humas di Bali agar mereka bisa cepat beradaptasi supaya menjelaskan pesan yang menarik orang bisa datang," jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Namun yang perlu dicermati, menurutnya adalah fenomena saat ini dimana realita seluruh dunia terjadinya hoaks. Untuk itu, kata dia, ia menyarankan untuk menyaring berita sebelum membagikan (sharing) konten. "Perlunya verifikasi konten karena penting sebagai praktisi apakah informasi itu layak atau tidak," sebutnya.
Namun yang perlu dicermati, menurutnya adalah fenomena saat ini dimana realita seluruh dunia terjadinya hoaks. Untuk itu, kata dia, ia menyarankan untuk menyaring berita sebelum membagikan (sharing) konten. "Perlunya verifikasi konten karena penting sebagai praktisi apakah informasi itu layak atau tidak," sebutnya.
Langkah konkretnya, Agung menyebut humas harus melihat teknologi artifisial (artificial intelligence) dan software yang bisa menulis konten otomatis. Bahkan, bisa memberikan analisa IHSG atau sepak bola.
"Di satu sisi ini merupakan oppurtunity dan satu sisi adaptasi dan membuat konten secara faktual dan cepat," pungkasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026