Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Revolusi Industri 4.0: Humas Perlu Adaptasi dengan Perubahan yang Cepat
Selasa, 30 Juli 2019,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam era revolusi industri 4.0, Praktisi humas harus beradaptasi untuk mengantisipasi perubahan yang cepat tidak hanya pada lanskap bisnis tetapi juga lanskap media sosial.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Agung Laksamana, M.Sc,IAPR. saat seminar dan workshop Humas 4.0 dalam menyukseskan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang diselenggarakan Beritabali.com bersama Media Development Investment Fund (MDIF) di Kampus STMIK Primakara, Selasa (30/7).
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Agung Laksamana, M.Sc,IAPR. saat seminar dan workshop Humas 4.0 dalam menyukseskan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang diselenggarakan Beritabali.com bersama Media Development Investment Fund (MDIF) di Kampus STMIK Primakara, Selasa (30/7).
Dengan begitu, lanjutnya, mereka diharapkan mampu selaras berjalan dengan perubahan yang diartikulasikan dalam kompetensinya. "Hal itu penting karena 5 tahun sebelumnya dunia humas sudah berubah total," ujarnya.
Hal ini juga yang ia tekankan di setiap humas pemerintah atau swasta yang ada di daerah yakni perlu ada percepatan terhadap perubahan dengan beradaptasi dengan perubahan lanskap sosial media agar bisa menghasilkan konten yang progresif dan positif bisa berdampak pada masterplan bisnis mereka.
"Bagi Bali sendiri ini kesempatan yang cukup besar bagi humas-humas di Bali agar mereka bisa cepat beradaptasi supaya menjelaskan pesan yang menarik orang bisa datang," jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Namun yang perlu dicermati, menurutnya adalah fenomena saat ini dimana realita seluruh dunia terjadinya hoaks. Untuk itu, kata dia, ia menyarankan untuk menyaring berita sebelum membagikan (sharing) konten. "Perlunya verifikasi konten karena penting sebagai praktisi apakah informasi itu layak atau tidak," sebutnya.
Namun yang perlu dicermati, menurutnya adalah fenomena saat ini dimana realita seluruh dunia terjadinya hoaks. Untuk itu, kata dia, ia menyarankan untuk menyaring berita sebelum membagikan (sharing) konten. "Perlunya verifikasi konten karena penting sebagai praktisi apakah informasi itu layak atau tidak," sebutnya.
Langkah konkretnya, Agung menyebut humas harus melihat teknologi artifisial (artificial intelligence) dan software yang bisa menulis konten otomatis. Bahkan, bisa memberikan analisa IHSG atau sepak bola.
"Di satu sisi ini merupakan oppurtunity dan satu sisi adaptasi dan membuat konten secara faktual dan cepat," pungkasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2857 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026