Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ganja Medis Sebagai Obat Dilegalkan di Thailand, Bagaimana di Indonesia?
Senin, 5 Agustus 2019,
11:02 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Untuk pertama kalinya, Thailand dalam waktu dekat akan mendistribusikan ganja medis sebagai obat secara legal.
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari Suara.com, laman CNN menulis sekitar 10 ribu botol ganja medis siap didistribusikan, dan bisa diresepkan oleh dokter untuk pasien penyakit alzheimer, parkinson, hingga perawatan paliatif. Muncul pertanyaan, akankah penggunaan ganja medis sebagai obat bisa dilakukan secara legal di Indonesia?
Dikutip dari Suara.com, laman CNN menulis sekitar 10 ribu botol ganja medis siap didistribusikan, dan bisa diresepkan oleh dokter untuk pasien penyakit alzheimer, parkinson, hingga perawatan paliatif. Muncul pertanyaan, akankah penggunaan ganja medis sebagai obat bisa dilakukan secara legal di Indonesia?
Menjawab pertanyaan ini, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp.U, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan Kesehatan, menyebut klaim manfaat ganja medis untuk kesehatan masih kontroversi, terutama di Indonesia.
Dijelaskan Akmal, ada dua hal yang harus diperhatikan saat melakukan penelitian untuk obat baru. Pertama adalah efikasi alias khasiat dan keampuhan obat, dan kedua adalah efek samping.
"Pertama dilihat dulu efek sampingnya. Kalau efek sampingnya bagus (rendah atau tanpa efek samping), baru kita bicara khasiatnya," ujar Akmal, ditemui usai pembukaan Asian Congress of Nutrition 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu (4/8/2019).
Ia menyebut hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah soal ganja medis di Indonesia. Penelitian yang dilakukan di luar negeri menurutnya tidak bisa dijadikan tolak ukur standar pelayanan kesehatan di Indonesia.
[pilihan-redaksi2]
"Kemenkes nggak bisa hanya dengan lihat data dari luar bagus, lalu kita pakai di sini, nggak bisa. Kecuali emergensi, nggak ada obat lain, dan (ganja medis) hanya satu-satunya," terang Akmal.
"Kemenkes nggak bisa hanya dengan lihat data dari luar bagus, lalu kita pakai di sini, nggak bisa. Kecuali emergensi, nggak ada obat lain, dan (ganja medis) hanya satu-satunya," terang Akmal.
Apalagi, penggunaan ganja masih menjadi salah satu masalah penyalahgunaan narkotika yang perlu diatasi dan mendapatkan perhatian.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026