Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
AJI Mataram dan Pewarta Foto Indonesia Sambangi Korban Gempa
Sabtu, 10 Agustus 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Peduli dengan para korban gempa di Lombok yang terjadi tahun 2018 lalu, Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), dengan menggandeng Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) Mataram dan Forum Wartawan Pariwisata NTB, memberi bantuan kemanusiaan.
[pilihan-redaksi]
Bantuan merupakan hasil pengumpulan dana dari proyek buku dan pameran foto 'Lombok Palu Donggala Rev!val'. Ada tiga daerah di Lombok yang menjadi sasaran pemberian bantuan. Yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok barat, dan Lombok timur senilai total Rp 50 juta.
Bantuan merupakan hasil pengumpulan dana dari proyek buku dan pameran foto 'Lombok Palu Donggala Rev!val'. Ada tiga daerah di Lombok yang menjadi sasaran pemberian bantuan. Yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok barat, dan Lombok timur senilai total Rp 50 juta.
"Untuk Lombok Utara, kita memberikan bantuan kepada warga Dusun Luk Timur, Desa Sambik Bongkol, Kecamatan Gangga," kata Koordinator lapangan, Ahmad Subaidi, Jumat (9/8).
Bantuan yang diberikan lanjut pewarta foto LKBN Antara Biro NTB ini, yaitu buku dan alat tulis, tas sekolah, tandon air, sembako, dan uang tunai untuk renovasi tempat ibadah.
"Nilainya memang kecil dan tidak seberapa. Namun kami berharap semoga bisa bermanfaat," jelas Ahmad Subaidi, berharap kegiatan kemanusiaan ini bisa diikuti instansi lain atau lembaga lain untuk membantu korban gempa.
Hadir di acara penyerahan bantuan ini Ketua AJI Mataram, Sirtupillaili, dan Ketua Forum Wartawan Pariwisata NTB, Sigit Setyo Lelono. Sementara Saprudin Ketua RT mewakili Kepala Dusun Luk Timur, mengucapkan terimakasih atas bantuan para wartawan.
"Jujur kami akui banyak warga kami yang masih trauma. Bahkan sampai sekarang ada warga yang masih tinggal di pengungsian, atau di rumah keluarganya," ujar Saprudin.
[pilihan-redaksi2]
Dengan adanya bantuan dari para wartawan, paling tidak bisa membantu memulihkan mental warga terdampak bencana."Saat ini tahap pembangunan rumah kami belum optimal bisa dilakukan, masih 60 persen. Itu karena terkendala bahan bangunan yang minim di lapangan," ungkapnya lagi Kalaupun ada harganya tinggi.
Dengan adanya bantuan dari para wartawan, paling tidak bisa membantu memulihkan mental warga terdampak bencana."Saat ini tahap pembangunan rumah kami belum optimal bisa dilakukan, masih 60 persen. Itu karena terkendala bahan bangunan yang minim di lapangan," ungkapnya lagi Kalaupun ada harganya tinggi.
Sementara bantuan dari pemerintah juga terbatas. Persoalan lainnya karena hampir semua warga Lombok menjadi korban gempa, dan banyak yang rumah juga dibangun. Maka tukang bangunan ataupun tukang kayu menjadi langka. Sehingga hampir setahun gempa terjadi, bangunan rumah warga baru berupa pondasi, tiang, dan atap saja.
Di Dusun Luk Timur, desa Sambik Bongkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, dari sekitar 600 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa, belum semua warganya kembali pulang. Selain karena pembangunan rumahnya belum tuntas, juga rasa takut alias trauma masih menghinggapi. Sehingga banyak warga Dusun Luk Timur masih di pengungsian. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026