Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Dukung Penghentian Reklamasi, Majelis Desa Adat Sayangkan Tidak Pernah Dimintai Tanggapan
Senin, 26 Agustus 2019,
16:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Proyek pelebaran seluas 85 hektar di sekeliling Pelabuhan Benoa, banyak mendapat reaksi dari berbagai pihak. Tidak terkecuali pihak Majelis Desa Adat dan Parisada Hindu Bali.
[pilihan-redaksi]
Hal itu menyusul surat resmi dari Gubernur Bali I Wayan Koster yang meminta penghentian pelaksanaan proyek mulai tahun yang sudah menjelang rampung tersebut. Alasan Gubernur, karena pengurukan wilayah laut itu telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.
Hal itu menyusul surat resmi dari Gubernur Bali I Wayan Koster yang meminta penghentian pelaksanaan proyek mulai tahun yang sudah menjelang rampung tersebut. Alasan Gubernur, karena pengurukan wilayah laut itu telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.
Proyek reklamasi di pelabuhan Benoa yang dimulai pada tahun 2017 justru baru dihentikan di saat proyek ini hampir selesai dan ditarget akhir September 2019 rampung.
[pilihan-redaksi2]
Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Bendesa Agung Provinsi Bali juga sangat menyayangkan adanya berbagai pembangunan di Bali yang menyangkut masalah kesucian wilayah.
Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Bendesa Agung Provinsi Bali juga sangat menyayangkan adanya berbagai pembangunan di Bali yang menyangkut masalah kesucian wilayah.
Pasalnya, terkait proyek yang terjadi di Pelabuhan Benoa ini diakuinya pihak Majelis Desa Adat dan maupun Parisada tidak pernah dimintai tanggapan. "Kita inginkan segala sesuatu proyek reklamasi yang dilakukan di laut atau pembangunan di daerah kawasan suci, tetap koordinasikan untuk meminta rekomendasi kepada majelis desa adat dan parisada. Untuk persoalan ini kami sangat mendukung langkah dan sikap yang dilakukan oleh Gubernur," singkat Ida Panglingsir Agung. (bbn/maw/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3769 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1709 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026