Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Usulan Festival Jegog Tampilkan Berbagai Versi Jegog di Jembrana
Kamis, 19 September 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali com.Jembrana. Wayan Gama dari Komunitas Sekaa Jegog Jembrana mengusulkan agar Festival Jegog menampilkan berbagai versi jegog yang ada di Jembrana.
[pilihan-redaksi]
Yakni mulai jegog versi Genyor yang mengutamakan tabuh klasik, versi Suprig yang dikolaborasikan dengan pencak silat, kemudian versi Jayus yang difungsikan sebagai pengiring drama gong dan versi tari kreasi oleh Pekak Jegog kemudian Jegog eksperimental yang dipadukan dengan alat musik modern atau yang kekinian.
Yakni mulai jegog versi Genyor yang mengutamakan tabuh klasik, versi Suprig yang dikolaborasikan dengan pencak silat, kemudian versi Jayus yang difungsikan sebagai pengiring drama gong dan versi tari kreasi oleh Pekak Jegog kemudian Jegog eksperimental yang dipadukan dengan alat musik modern atau yang kekinian.
Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Yogi Sukawiadnyana, seorang composer muda music jegog eksperimental. “Perlunya penampilan genre baru musik jegog pada festival tersebut dan yang terpenting menurutnya adalah penentuan konsep acara festival apakah berbentuk formal ataukah sepeti festival anak muda sekarang,” imbuh pemuda asal Ekasari Melaya yang sudah menjelajah di berbagai negara berkat kepiawaiannya bermusik.
Hal itu terungkap dalam Diskusi Pariwisata yang bertajuk Menyuarakan Jembrana Melalui Jegog di Gedung Mendopo Kesari kamis pagi (19/9) dalam rangka menjelang Festival Jegog pada Bulan Oktober yang diadakan di Anjungan Cerdas Jalan Nasional. Diskusi ini dilakukan Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan mengumpulkan sejumlah budayawan, seniman jegog, praktisi pariwisata yang bertujuan mencari konsep terbaik untuk pelaksanaan Festival Jegog di bulan Oktober.
Diharapkan dari diskusi itu bisa mengakomodir berbagai gagasan untuk memeriahkan festival tersebut. Acara tersebut dimoderatori oleh Budayawan asal Jembrana Ida Bagus Dharma Santika Putra. Wabup Kembang pada kesempatan tersebut menyampaikan, setelah even Mekepung Gubernur Cup (bulan juli lalu), Gubernur Wayan Koster menyampaikan agar dua budaya khas Jembrana yaitu Mekepung dan Jegog harus dikemas dengan baik dalam bentuk festival dan dijadikan ikon.
“Saya berharap dari diskusi kecil ini melahirkan sesuatu yang besar, beri masukan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menyempurnakan lagi rancangan awal yang sudah dilakukan,” ucapnya.
[pilihan-redaksi2]
Salah satu praktisi pariwisata asal Jembrana I Putu Wiraguna pada kesempatan tersebut menyoroti pentingnya masterplan dalam acara tersebut. Menurutnya berbagai hal yang akan dikerjakan tidak mungkin bisa dikerjakan oleh pemkab saja, namun harus ada pihak lain yang ikut dilibatkan.
Salah satu praktisi pariwisata asal Jembrana I Putu Wiraguna pada kesempatan tersebut menyoroti pentingnya masterplan dalam acara tersebut. Menurutnya berbagai hal yang akan dikerjakan tidak mungkin bisa dikerjakan oleh pemkab saja, namun harus ada pihak lain yang ikut dilibatkan.
“Namun yang terpenting adalah apa yang dilakukan setelah diskusi dan usulan ini. Action plan tentunya sangat penting untuk event tersebut,” ucapnya.
Sementara itu Di penutup acara Wabup Kembang menyampaikan kegembiraannya atas diskusi yang sudah berjalan baik dan mengaku mendapat banyak hal baru yang sudah dicatatnya. Ia berharap dari hasil diskusi ini berbagai saran tersebut bisa diimplementasikan pada festival tersebut. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026