Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Polresta Denpasar Bertemu Perwakilan Organisasi Mahasiswa
Kamis, 26 September 2019,
19:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Guna menciptakan situasi kondusif di Denpasar, Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol Anak Agung Oka Kusuma dan anggotanya bertatap muka dengan 14 mahasiswa di sebuah rumah makan di Denpasar, Kamis (26/9/2019).
Ada pun mahasiswa yang hadir yang tergabung dalam Wadah Cipayung Plus, yakni GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadyah), dan KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia).
Menurut Kasat Intelkam Polresta Denpasar Kompol Anak Agung Oka Kusuma, pertemuan ini merupakan langkah koordinasi atau penggalangan para elemen mahasiswa menyusul terjadinya aksi demo dari mahasiswa menolak RKUHP dan UU KPK di Jakarta, agar tidak terjadi di wilayah Hukum Polresta Denpasar.
Diterangkannya, Pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia harus terjaga keamanannya. Mahasiswa Bali harus mempelajari karakteristik daerah, agar tidak terpancing dengan hasutan hasutan luar.
“Mahasiswa di Bali kami acungi jempol, dan tidak terpancing dengan hasutan hasutan luar. Kita tidak dapat menjaga Bali kalau tidak kita sendiri yang menjaganya. Bali memperoleh penghasilan dari Pariwisata,” terangnya.
Ditegaskannya, apabila ada sedikit permasalahan di Bali, niscaya pariwisata akan anjlok. Seperti contoh bencana gunung agung. “Perekonomian di Bali tergantung di pariwisata, kasihan keluarga kita yang mencari nafkah di Bali baik mereka dari luar bali mereka tetap hidup di Bali,” tegasnya.
Kompol Oka berharap agar setiap kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak dari mahasiswa, cukup diselesaikan dengan perwakilan saja. “Mari kita ciptakan Bali yang Santhi Lan Jagadhita, yang mana toleransi-nya sangat tinggi. Contoh tempat ibadah yang menjadi satu cuma ada di Bali,” ungkapnya.
Selain itu, Kompol Oka juga berharap agar mahasiswa dan komponen masyarakat untuk bersama-sama berembuk, guna menciptakan Bali yang damai. “Kalau sudah rusuh, ricuh kita gak bisa kemana mana. Jangan sampai segala kegiatan adik-adik ditunggangi dalam setiap kegiatan dalam menyampaikan aspirasinya,” tegasnya lagi.
Sementara itu, mahasiswa GMKI Cabang Denpasar Alyuprayito Umbu mengatakan, elemen Cipayung Plus merupakan organisasi nasional mengedepankan gerakan intelektual. Gerakan Cipayung berbeda dengan gerakan mahasiswa lainnya. “Selama ini aksi kami sudah kami rumuskan dan pendekatan yang kami gunakan menggunakan seni dan budaya. Pola yang kami gunakan tidak sama dengan pulau pulau lain, tidak sama dengan pergerakan 98,” ujarnya.
Terkait keamanan Bali dijelaskannya merupakan tanggung jawab kita bersama, karena Bali Pulau yang aman. Terlebih elemen Cipayung lebih mengedepankan intelektual. [bbn/Spy/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3864 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1819 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026