Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Kedux Garage Borong Penghargaan Kustomfest 2019 Yogyakarta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kedux yang dikenal sebagai Builder asal Kota Denpasar dengan nama lengkap Komang Gede Sentana Putra kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Kustomfets 2019 di Yogyakarta.
[pilihan-redaksi]
Pelaksanaan Kustomfest yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 5-6 Oktober di Jogja Expo Center diikuti builder dari seluruh Indonesia. Kedux Garage berhasil memborong penghargaan meliputi Best Power Plant Motor Cycle’s Pick, Best Luck Mc’s Pick, Best Vibes Magazine’s Pick, Best Kuala Lumpur Bike Week’s Pick, Best Mooneyes Spain’s Pick, Champion Kustom Bike Show Mainclass American Chopper & Bobber, dan Best Of The Show.
Dalam perhelatan tersebut motor bergaya Bobber yang menggunakan basis mesin Harley-Davidson yang lahir dari tangan terampil Kedux berhasil sebagai Best Kustom Bike Show.
Menurut Kedux yang ditemui usai mengikuti perhelatan Kustomfest, Senin (7/10) mengatakan motor-motor karya Shinya Kimura menjadi inspirasinya serta sangat memiliki ciri khas. Dan hal ini yang coba diterapkan pada motor yang dibangun sejak Maret lalu tersebut.
"Motor ini terinspirasi dari style-nya Shinya Kimura. Karena bukan style saya, jadi saya mesti masuk ke dunianya Shinya Kimura gimana cara supaya ketemu feeling-nya, serta agar mesinnya bisa matching dengan aksesori. Untuk aksesori saya berusaha sebeda-bedanya tapi komposisi looks kepingin semirip-miripnya," ujar Kedux.
Ia juga menjelaskan bahwa ciri khas motornya Kimura lebih rendah, sudut rake-nya agak ke depan, yang umumnya 30 derajat dia 38 derajat, sehingga memiliki karakter yang sangat kuat dan berbeda. Sehingga karya-karya Shinya Kimura dari rumah modifikasi Chabott Engineering menjadi inspirasinya dalam menggarap motor kustom dengan desain klasik tersebut. Dalam proses penggarapannya, Kedux mengerjakan sendiri, namun ada beberapa bagian yang dikerjakan oleh rekanannya.
[pilihan-redaksi2]
Dijelaskan Kedux bahwa motor ini 80 persen handmade, jok dibuat oleh pengrajin kulit di Bali dan proses casting aluminium untuk aksesori dibantu David dari Jogja. Spesifikasi HD Bobber dijelaskan diantarnya Frame: Custom Rigid Gooeseneck Frame by Kedux Garage, Engine: S&S Pan Shovel 93 Cl, Transmission: Gearbox Baker 6 Speed in to Four, Primary BDL Custom by Kedux Garage, Wheel: 19x250 Stock (Depan), 16x300 Stock (Belakang), Tire: Firestone 19x400 (Depan), 16x500 (Belakang), Suspension: Springer Zero (Depan), Rigid (Belakang), Brake: Drum Brake Stock (Depan), Genuine Stock (Belakang), Pipe/Exhaust: Custom by Kedux Garage, Material Bilwell Pipe, Body Work & Painting: Body Work Kustom by Kedux Garage, Material Aluminium, Other Parts & Accessories: Seat custom, Electrical Stock with Morris 65 Magneto, Headlamp Old Stock & Rear Lamp Stock, MID Control by Kedux Garage, Stainless Bolt.
Awal penggarapannya Kedux mengira motor karyanya ini tidak memberikan kenyamanan bagi pengendaranya. Namun setelah dicoba dikendarai ternyata motor bergaya Bobber yang dirakit di bengkelnya beralamat di Jalan Nangka Selatan Gang II Nomor 7 Denpasar ini sangat nyaman dikendarai. “Tangan dan pinggang tidak pegal, yang jika dilihat memang motor ini sangat ekstrim banget tapi kalau dinaiki nyaman sekali. Kalau enggak percaya silakan dicoba," ujarnya.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1976 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1794 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1736 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun