Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Festival Seni Bali Jani Disiapkan jadi Ikon Layaknya Pesta Kesenian Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna mengakomodasi atau mewadahi para pegiat seni modern dan kontemporer, Pemerintah provinsi Bali menggelar Festival Seni Bali Jani, sebuah gelaran kesenian yang akan berlangsung 26 Oktober hingga 8 November 2019 di Taman Budaya, Art Centre, Denpasar.
[pilihan-redaksi]
Festival Seni Bali Jani seperti dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan ‘Kun’ Adnyana akan menghadirkan seni inovatif, modern dan kontemporer guna merangsang kegairahan Generasi Millenial Bali dalam berkesenian.
“Selain sebagai ruang edukasi, Festival Seni Bali Jani diharapkan akan menjadi ladang pembibitan bagi anak-anak muda Bali untuk tumbuh berkembang sebagai kreator-kreator hebat di bidang seni kontemporer dan modern,” kata Adnyana saat temu media di Kantor Disbud Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Selasa (22/10) siang.
Berbeda dengan ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), yang merupakan ajang pemanggungan kesenian tradisional, klasik dan seni rakyat, Adnyana menambahkan bahwa Festival Seni Bali Jani memusatkan perhatian pada seni-seni kekinian yang memang dekat dengan realita kehidupan yang sedang dialami Generasi Millenial.
“Dengan demikian Bali kini memiliki dua festival seni besar dengan konsep dan style yang berbeda-beda yaitu; Pesta Kesenian Bali dan Festival Seni Bali Jani. Kedepan Bali akan memiliki dua ikon seni, yang mewadahi segenap genre dan jenis seni yang ada. Kita akomodasi semua. Ini sekaligus menjawab mimpi dan kegalauan para pegiat seni modern yang selama ini merasa kurang mendapatkan panggung untuk menampilkan dirinya,” tandas Adnyana yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, AA Ngurah Oka Sutha Diana serta Rektor ISI yang bertindak selaku tim kurator.
Adnyana melanjutkan, festival ini digagas langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, yang merupakan perwujudan nyata dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru Visi ini mengandung arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara Sekala dan Niskala, sesuai prinsip Trisakti Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pola pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan RI berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Festival ini diharapkan akan menjadi jawaban sekaligus role model dalam membangun jati diri, integritas dan kompetensi di bidang seni dan ekonomi kreatif. Kedua bidang ini merupakan bidang unggulan yang selama ini telah memberikan kontribusi besar baik bagi perkembangan ekonomi maupun kepopuleran Bali.
“Kita tekankan juga eksplorasi dimana pencapaian eksplorasi tersebut masih bernafaskan nilai-nilai lokal, tradisi dan khasanah lokal Bali. Perpaduan tradisi dan kekinian ini diharapkan jadi langkah kontektual untuk penyelenggaranya di masa yang akan datang,” urainya lagi.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang