Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Hewan Peliharaan Dominan Penyebab Kasus Rabies di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tingginya angka kasus gigitan hewan positif rabies di Kabupaten Karangasem rupanya sebagaian besar disebabkan oleh hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
[pilihan-redaksi]
Bahkan kasus gigitan terbanyak pelakunya adalah hewan peliharaan seperti anak anjing dan kucing yang rentan usianya masih dibawah dua bulan. Menurut Kasi Keswan UPTD Puskeswan Karangasem, I Nengah Kepeng saat ditemui beberapa waktu lalu. Kebanyakan kasus gigitan memang justru dilakukan oleh hewan peliharaan.
“Kasus gigitan paling banyak oleh hewan rumahan, terutama anak anjing yang rata–rata usianya di bawah dua tahun,” ujarnya.
Yang menjadikan hewan peliharaan seperti anak anjing dan kucing sebagai pelaku terbanyak dalam kasus gigitan hewan positif rabies di Karangasem karena masih kurangnya kesadaran dari pemiliknya sendiri.
Kebanyakan ketika mengadopsi anak anjing, biasanya hanya diadopsi begitu saja tanpa divaksin terlebih dahulu sebelum dilepaskan. Disinilah sangat rawan terjadi gigitan karena anak anjing biasanya jadi mainan oleh anak–anak.
Selain itu, faktor lain juga disebabkan oleh pemilik yang mulai bosan memelihara. Pasalnya banyak kasus anak anjing hanya diperhatikan dan dirawat ketika kecil saja setelah beranjak dewasa karena sulit dikendalikan sehingga tidak merawatnya dengan benar termasuk tidak memberikan vaksin secara teratur.
Idealnya, ketika seseorang mengadopsi anak anjing atau kucing, hendaknya jangan diberikan berinteraksi langsung kepada anak –anak, sebaiknya jika sudah berusia satu bulan hewan divaksin. Setelah vaksin pertama tiga bulan kemudian kembali divaksin.
Setelah vaksin kedua barulah dilakukan vaksin secara rutin setiap satu tahun sekali.
Untuk vaksin rabies sendiri disediakan secara gratis oleh Puskeswa bahkan vaksin gratis juga sudah tersedia di tempat praktek–praktek dokter hewan.
Pihak UPTD sendiri telah berupaya melakukan upaya untuk menekan angka gigitan hewan positif rabies. Salah satunya dengan mengadakan menggelar vaksin keliling berkoordinasi dengan pihak Provinsi yang dilakukan setiap setahun sekali dengan menerjunkan anggota untuk menangkap anjing yang dilepasliar agar bisa divaksin.
Selain vaksin keliling, sosialisasi juga digencarkan dengan melibatkan tokoh masyarakat serta menggelar kegiatan kontrol populasi dengan cara sterilisasi hewan peliharaan baik pejantan mupun betinanya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan