Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Jenazah TKW Meninggal di Singapura Diupacarai "Mekinsan Ring Geni"
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tenaga Kerja Wanita (TKW) I Gusti Ayu Nyoman Puspitawati (46) asal Banjar Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan meninggal di salah satu rumah sakit di Singapura karena maag kronis pada Senin (2/12).
Bahkan beredar informasi di media sosial saat hendak memulangkan jenazah dari Singapura terganjal biaya berobat yang mencapai Rp 500 juta. Keluarga di Bali pun sempat resah akan hal tersebut. Namun akhirnya ditemukan jalan keluar untuk memulangkan jenazah ke Bali.
Kini jenazah dari Nyoman Puspitawati telah tiba di rumah duka Banjar Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Tabanan pada Rabu (4/12) siang sekitar pukul 13.00 WITA. Jenazah tiba di rumah duka Rabu siang disambut isak tangis keluarga terutama anak Nyoman Puspitawati. Diketahui Nyoman Puspitawati menjadi TKW di Turki sudah berangkat hingga tiga kali.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan Nyoman Santika mengatakan jenazah dari Nyoman Puspitawati sudah tiba dirumah duka pukul 13.00 WITA. Jenazah dijemput di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung bersama dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Bali, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura dan Kadisnakertrans Kabupaten Tabanan.
“Kira-kira tiba pukul 13.00 WITA di rumah duka,” ujarnya.
Santika ikut mendampingi jemput jenazah korban bersama keluarganya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung. Informasi dari KBRI seluruh biaya baik dari kepulangan dan biaya lain-lain telah diurus oleh KBRI Singapura atas kordinasi dengan pihak Provinsi Bali.
“Semua sudah diurus tidak ada bayar apa dia (keluarga), semuanya sudah diurus kepulangan jenazah, biaya dan lain-lain. Bagus dan bertanggung jawab sekali dia (KBRI) karena saya ikuti mulai jemput sama-sama sampai ke rumah duka,” jelas Santika.
Menurut Santika berdasarkan informasi dari keluarganya bahwa Nyoman Puspitawati ini sudah tiga kali berangkat ke Turki sebagai SPA terapis. Keberangkatan yang ketiga ini baru setahun. “Kata keluarga meninggal karena sakit maag. Untuk detail saya tidak enak nanya karena sedang berduka. Sempat sama anaknya saja ngobrol tetapi tidak banyak,” katanya.
Mengenai keberangkatanya menjadi TKW, untuk mengurus surat-surat tidak ada di Tabanan. Sebab dari data Kadisnaker Provinsi Bali Nyoman Puspitawati ini keseringan tinggal di Kabupaten Gianyar. “Surat-suratnya tidak ada ngurus di Tabanan karena kepedulian sebab yang meninggal adalah warga Tabanan makanya kami ikut mendampingi," ujarnya.
Dan mengenai upacara Nyoman Puspitawati, diselenggarakan langsung pada Buda Pon Watugunung, Rabu (4/12) dengan dibakar mekinsan ring Gni. “Upacara langsung hari ini (kemarin), kebetulan ada orang meninggal di desa tersebut,” kata Santika.
Sebelumnya seorang TKW I Gusti Ayu Nyoman Puspitawati meninggal di salah satu rumah sakit di Singapura pada Senin (2/12). Karena menderita sakit maag kronis memutuskan pulang ke Bali. Namun saat perjalanan pulang ke Bali justru ambruk sehingga dilarikan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun karena penyakitnya parah nyawanya tidak bisa tertolong lagi dan meninggal.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan