Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Wabup Sedana Arta Hadiri Upacara Nangluk Merana
BERITABALI.COM, BANGLI.
Untuk menetralisir aura negatif memasuki sasih kaenam (ke enam) atau yang sering disebut musim pancaroba, Pemerintah Kabupaten Bangli, Kamis (26/12) menggelar upacara Nangluk Merana.
Acara yang dipusatkan di catus pata Bangli, dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup Bangli) Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Wayan Diar, anggota DPRD Bangli Gusti Komang Triyana Putra, Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra dan sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bangli.
Wabup Sedana Arta mengatakan, musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke penghujan, umumnya identik dengan penyakit dan hal-hal negatif lainnya. Banyak orang mudah sakit dan emosi dengan keadaan cuaca yang berubah-ubah, karena pengaruh energi negatif antara makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (manusia) yang saling memengaruhi.
Oleh karenanya, melalui bhakti Nangluk Merana ini, ia berharap Ida Sanghyang Widhi Wasa memberikan keselamatan kepada semua mahluk hidup, sehingga dijauhkan dari energi negatif hal-hal yang negatif. “Melalui bhakti ini tentu kita mendoakan agar alam semesta beserta isinya selalu diberikan perlindungan oleh Ida Sanghyang Widhi Wasa,“ terangnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bangli Jro Penyarikan Widata, mengatakan, upacara Nangluk Merana hari ini menggunakan bhkati bebangkit dengan wewalungan ayam manca warna dan asu bangbungkem. Sedangkan rangkaian upacara, diawali dengan penglukatan, mecaru dan ngayabang bakti. Sedangkan puncaknya dilaksanakan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Made Manggis, dari Gria Gaga, Taman Bali, Bangli. Upacara nagluk merana juga di iringi dengan tari rejang dan pendet.
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun