Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Berhenti Jadi Tenaga Kontrak, Dodi Hartawan Pilih Jualan Bakso
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gede Dodi Hartawan seorang pemuda berusia 26 tahun asal Subagan, Karangasem berhenti dari pekerjaannya sebagai tenaga kontrak Pemkab Karangasem dan mutuskan untuk berwira usaha menjadi seorang pedagang bakso keliling.
Keputusan untuk berhenti menjadi tenaga kontrak terpaksa ia ambil lantaran penghasilan menjadi seorang tenaga kontrak dengan kebutuhan yang harus dipenuhinya tidak sebanding.
Dengan gaji yang berada jauh di bawah upah minimum saat itu, Hartawan memiliki beban yang tidak lah sedikit.
Ia harus membantu orang tuanya untuk membiayai kebutuhan sekolah dua dari lima orang adik-adiknya.
Kondisi inilah yang membuat Dodi Hartawan memutar otak dan memutuskan untuk behenti menjadi tenaga kontrak pada tahun 2017 silam dengan harapan mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi.
Awalnya setelah berhenti dari pekerjaan yang telah dijalaninya sekita lima tahun tersebut, Hartawan sempat mencoba peruntungan dengan cara merantau bekerja di salah satu artshop yang ada diwilayah Gianyar.
Disana ia bekerja sekitar dua tahun dengan gaji yang lumayan bisa mencukupi kebutuhannya, setelah bekerja sekitat dua tahun, Hartawan memutuskan untuk kembali ke Karangasem dan merintis usaha pertamanya sebagai pedagang sate.
Delapan bulan berjalan, sate yang ia jual laris manis bahkan banyak memiliki langganan hanya saja saat itu ia berjualan didekat RSUD Karangasem di dalam kawasan larangan pedagang kaki lima berjualan.
"Saya jualan sate, lumayan punya pelanggan, tapi sempat tertangkap satpol pp karena berjualan di kawasan larangan pedagang kaki lima," ujarnya belum lama ini.
Setelah itu, ia kemudian memutuskan untuk berhenti berjualan sate dan membuka usaha baru sebagai pedagang bakso keliling menggunakan sepeda motorsampai saat ini.
Menurut Hartawan, dalam sehari ia mendapat penghasilan bersih dari hasil berjualan bakso sekitar Rp. 150 sampai Rp. 200 ribu sekali jalan.
Dengan penghasilan tersebut, dibandingkan gaji saat menjadi tenaga kontrak Hartawan mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah adiknya.
"Lumayan lah, bisa untuk kebutuhan sehari - hari dan biaya sekolah adik, Kerjanya juga semangat karena usaha sendiri jadi waktu berjualan kita yang atur sendiri," ungkapnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan