Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Berhenti Jadi Tenaga Kontrak, Dodi Hartawan Pilih Jualan Bakso
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gede Dodi Hartawan seorang pemuda berusia 26 tahun asal Subagan, Karangasem berhenti dari pekerjaannya sebagai tenaga kontrak Pemkab Karangasem dan mutuskan untuk berwira usaha menjadi seorang pedagang bakso keliling.
Keputusan untuk berhenti menjadi tenaga kontrak terpaksa ia ambil lantaran penghasilan menjadi seorang tenaga kontrak dengan kebutuhan yang harus dipenuhinya tidak sebanding.
Dengan gaji yang berada jauh di bawah upah minimum saat itu, Hartawan memiliki beban yang tidak lah sedikit.
Ia harus membantu orang tuanya untuk membiayai kebutuhan sekolah dua dari lima orang adik-adiknya.
Kondisi inilah yang membuat Dodi Hartawan memutar otak dan memutuskan untuk behenti menjadi tenaga kontrak pada tahun 2017 silam dengan harapan mencari pekerjaan dengan penghasilan yang lebih tinggi.
Awalnya setelah berhenti dari pekerjaan yang telah dijalaninya sekita lima tahun tersebut, Hartawan sempat mencoba peruntungan dengan cara merantau bekerja di salah satu artshop yang ada diwilayah Gianyar.
Disana ia bekerja sekitar dua tahun dengan gaji yang lumayan bisa mencukupi kebutuhannya, setelah bekerja sekitat dua tahun, Hartawan memutuskan untuk kembali ke Karangasem dan merintis usaha pertamanya sebagai pedagang sate.
Delapan bulan berjalan, sate yang ia jual laris manis bahkan banyak memiliki langganan hanya saja saat itu ia berjualan didekat RSUD Karangasem di dalam kawasan larangan pedagang kaki lima berjualan.
"Saya jualan sate, lumayan punya pelanggan, tapi sempat tertangkap satpol pp karena berjualan di kawasan larangan pedagang kaki lima," ujarnya belum lama ini.
Setelah itu, ia kemudian memutuskan untuk berhenti berjualan sate dan membuka usaha baru sebagai pedagang bakso keliling menggunakan sepeda motorsampai saat ini.
Menurut Hartawan, dalam sehari ia mendapat penghasilan bersih dari hasil berjualan bakso sekitar Rp. 150 sampai Rp. 200 ribu sekali jalan.
Dengan penghasilan tersebut, dibandingkan gaji saat menjadi tenaga kontrak Hartawan mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah adiknya.
"Lumayan lah, bisa untuk kebutuhan sehari - hari dan biaya sekolah adik, Kerjanya juga semangat karena usaha sendiri jadi waktu berjualan kita yang atur sendiri," ungkapnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan