Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




30 Model Peragakan Wastra Bali di Bangli

Jumat, 11 September 2026, 23:17 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Bangli/30 Model Peragakan Wastra Bali di Bangli.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Kain tradisional Bali kembali mendapat ruang melalui industri fashion. Sebanyak 30 model memperagakan karya tujuh desainer muda Bali dalam Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan wastra Bali sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Acara turut dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bangli.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya sektor kerajinan dan fashion yang mengangkat kekayaan budaya Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster mengatakan “Wastra Hitakara” menjadi salah satu upaya menjaga agar kain tradisional Bali tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan masyarakat. Pelestarian, menurutnya, perlu dibarengi kreativitas agar wastra mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan,” ujar Putri Koster.

Putri Koster berharap kegiatan yang digelar secara bergiliran setiap bulan tersebut dapat mendorong masyarakat menggunakan busana berbasis wastra Bali, baik sebagai pakaian kerja maupun busana sehari-hari.

Di Bangli, tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka. Ketujuh desainer tersebut yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

Karya yang ditampilkan memperlihatkan bahwa kain tradisional Bali dapat dikembangkan ke dalam desain yang lebih modern. Eksplorasi tersebut tetap mengedepankan identitas dan nilai budaya yang melekat pada wastra.

Selain menjadi ajang peragaan busana, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada undangan untuk memilih dan membeli karya yang diminati. Dengan konsep tersebut, “Wastra Hitakara” mempertemukan unsur budaya, kreativitas, promosi, dan pasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai salah satu lokasi Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Menurut Sariasih, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku IKM untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia mengatakan perkembangan IKM di Kabupaten Bangli menunjukkan tren positif, baik dari sisi kualitas maupun keberagaman produk. Karena itu, ruang promosi dan pemasaran dinilai diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada para pelaku IKM Bangli untuk menampilkan hasil karya terbaiknya. Kita ingin produk lokal Bangli tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Sariasih.

Kehadiran Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar turut memperlihatkan dukungan Pemkab Bangli terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi masyarakat dan kekayaan budaya daerah.

Pengembangan fashion berbasis wastra Bali diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day, Dekranasda Bali Fashion Week, dan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”.

Melalui rangkaian program tersebut, wastra Bali didorong tidak hanya tetap dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan peluang bagi perajin dan pelaku IKM Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bangli



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami