Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sampah ke TPA Suwung Turun 70 Persen, Denpasar dan Badung Didorong Kejar Adipura Tahun Depan
beritabali/ist/Sampah ke TPA Suwung Turun 70 Persen, Denpasar dan Badung Didorong Kejar Adipura Tahun Depan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Volume sampah dari Kota Denpasar menuju TPA/TPST Suwung disebut telah berkurang hingga 70 persen. Capaian tersebut dinilai membuka peluang bagi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk mengejar penghargaan Adipura pada tahun depan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke SDN 5 Pedungan, Denpasar, Kamis (10/9). Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber menjadi modal penting untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan di kedua daerah.
Penghargaan Adipura diberikan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kepada kabupaten/kota yang dinilai memiliki kinerja baik dalam kebersihan, pengelolaan lingkungan perkotaan, serta kepemimpinan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Harapan kami tahun depan sudah ada perubahan mendasar dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung untuk bisa menyentuh Adipura. Ini kemarin masih agak ketinggalan karena masa reformasi total sampah yang dulu-dulu tidak pernah ditangani, hari ini dituntaskan," ujar Hanif.
Hanif mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya dari Gubernur Bali, pengurangan sampah dari Denpasar menuju TPA/TPST Suwung telah mencapai 70 persen.
Pengurangan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis yang disusun Pemerintah Kota Denpasar. Program tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember mendatang, dengan sasaran tidak ada lagi sampah segar atau sampah yang belum diolah masuk ke Suwung.
"Jadi hanya residu nanti yang akan ke Suwung. Untuk sampah organik, insyaallah sudah diselesaikan di sumber, kemudian anorganik telah direduksi melalui berbagai macam upaya ini, sisanya akan ke Suwung," katanya.
Pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adipura. Karena itu, Hanif optimistis tren pengurangan sampah tersebut dapat meningkatkan peluang Denpasar dan Badung meraih penghargaan pada periode penilaian berikutnya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah dalam jangka panjang, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali juga tengah membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.
Hanif mengakui pembangunan PSEL membutuhkan biaya besar. Karena itu, efektivitas dan efisiensi pembangunan perlu terus dijaga, meskipun ia meyakini Denpasar, Badung, dan Pemerintah Provinsi Bali memiliki kemampuan untuk membiayainya.
"Mudah-mudahan akhir 2027 ini sudah operasional. Biayanya cukup besar. Meskipun kita yakin sekali Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Provinsi Bali ini mampu membayar, tetapi tentu efektivitas dan efisiensi harus kita bangun," terangnya.
Reformasi Pengelolaan Sampah Sempat Memicu Gesekan
Di sisi lain, Hanif mengakui reformasi tata kelola sampah di Bali tidak berlangsung tanpa persoalan. Sejumlah gesekan sempat terjadi dengan masyarakat maupun pengelola swasta.
Salah satu bentuk protes yang muncul adalah aksi demonstrasi dengan memarkir truk sampah sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penataan pengelolaan sampah.
"Banyak singgungan, banyak demo, banyak pengertian negatif, banyak dugaan-dugaan yang salah. Tapi akhirnya sudah bisa lihat sendiri, tidak ada apa pun yang disembunyikan oleh kita semua," ujarnya.
Hanif juga membantah anggapan bahwa penataan pengelolaan sampah berkaitan dengan rencana menutup TPA Suwung untuk kemudian dialihfungsikan menjadi kawasan komersial.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah yang selama bertahun-tahun menerapkan pola open dumping menuju sistem yang lebih mandiri dan tertata.
"Tidak ada kemudian akan menjadikan Suwung sebagai lapangan golf dan lain-lain. Ternyata kan memang kita harus mengubah perilaku kita. Bali demikian penting, jadi saya kira kekuatan dari penyelenggaraan pemerintah ini akan ber-impact kepada masyarakat dan tata kelola kita semua di Bali," tegasnya.
Hanif menilai persoalan sampah menjadi perhatian penting bagi Bali karena Denpasar dan Badung merupakan kawasan yang menjadi pintu utama pariwisata di Pulau Dewata.
"Kita tahu persis, Bali ini, terutama Denpasar dan Badung, menjadi tujuan utama destinasi wisata nasional bahkan kelas dunia. Jadi kalau kita ke banyak negara, maka destinasi wisata yang ingin dikunjungi adalah Bali. Dengan keramahtamahan dan keunikan pulaunya menjadi nilai tersendiri, ditambah budayanya yang tidak bisa digantikan di pulau-pulau lain. Namun demikian, ternyata permasalahan sampah juga menjadi permasalahan serius di Provinsi Bali, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung," kata Hanif.
Dengan pengurangan sampah menuju Suwung yang telah mencapai 70 persen dan target penyelesaian reformasi pada Desember, Denpasar dan Badung didorong memperkuat pengelolaan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengejar Adipura tahun depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan