Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ribuan Turis Tiongkok Batal ke Bali, Travel Agent: Kami Sangat Terpukul
Dampak Virus Corona
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Akibat wabah virus Corona di Wuhan Tiongkok, diperkirakan ribuan wisatawan asal Tiongkok batal datang ke Bali di saat musim libur Tahun Baru China atau Imlek. Hal ini membuat puluhan pengelola biro perjalanan wisata khusus pasar Tiongkok di Bali merasa terpukul.
Hal ini disampaikan Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok ASITA Daerah Bali), Elsye Deliana, di kantor Bali Tourism Board Denpasar, Senin (27/1/2020).
"Di tahun 2019 ada penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, tapi menjelang "Chinese New Year" tahun ini kunjungan sudah mulai meningkat 2 hingga 3 kali lipat. Tapi semenjak 27 Januari, (pemerintah) Tiongkok sudah melarang warganya untuk keluar negrri di seluruh dunia agar virus (Corona) tidak menyebar,"ujar Elsye.
Elsye mengakui pihaknya sangat terpukul dengan kondisi ini. Apalagi "bookingan" wisatawan untuk liburan Imlek sudah dilakukan sejak jauh haru.
"Kita sangat terpukul, "bookingan" (pemesanan) Imlek sudah masuk dan hotel sudah terbayar semua. Apa boleh buat ini cobaan, mudah-mudahan cepat berlalu dan dalam 2-3 bulan selesai. Nanti kita akan promosi terus, karena Bali ini disenangi oleh market Tiongkok.Uuntung di Bali belum ada yang tertular, padahal Singapura sudah ada, bersyukur kita dilindungi Tuhan meski kita sangat terpukul,"ujarnya.
Meski belum ada data final, Elsye memperkirakan wisatawan Tiongkok yang batal ke Bali berkisar di angka 5.000 hingga 10.000.
"Kita masih data semua, tapi saya rasa tidak kurang dari angka 10.000 wisatawan Tiongkok yang batal ke Bali, yang ditangani sekitar 50 an travel agent resmi di Bali. Saat Imlek, semua BPW (biro perjalanan wiasta) China pasti kebagian tamu karena memang "high season". Setiap Chinese New Year pasti (kunjungan) meningkat,"ujarnya.
Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, wabah virus Corona yang kemudian berdampak terhadap dunia pariwisata Bali, merupakan musibah yang tak diharapkan.
"Ini untuk introspeksi sekaligus untuk pembenahan, dimana kita kurangya dalam melaksanakan kepariwisataan. Ini momen bagus sehingga kedepan kita memiliki daya saing yang kuat. Ini memang berdampak pada ekonomi kita di Bali, jadi "sekala niskala" kita perlu introspeksi agar wabah segera berakhir. Bali kini menghadapi masalah sampah, kemacetan, ketersediaan air. Jadi ini momentum untuk pembenahan pariwisata Bali ke depan,"ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1972 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun