Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Penyakit Misterius Babi, Biosekuriti Ketat Harus Diterapkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Apapun penyakitnya, melihat pola kematian tinggi pada babi menyebar di beberapa kabupaten, ini pasti penyakit baru.
[pilihan-redaksi]
Melihat pola kematian, penyakitnya ganas. Tanpa menyebut nama penyakitnya, biosekuriti ketat wajib dilaksanakan untuk wilayah dan kandang yang belum kena. Jadikan biosekuriti adalah budaya sehari-hari.
Apapun penyebabnya, tindakan wajib dari pemerintah adalah penutupan wilayah atau kabupaten atau kecamatan atau desa. Babi hanya boleh beredar di wilayah itu.
Sumber penularan antar wilayah dan antar kandang adalah transportasi babi, alat angkut, dan orang (pedagang, representatif perusahaan obat dan pakan, tukang tangkap, petugas kesehatan).
Jangan beri ijin masuk kandang tanpa mandi, ganti baju, ganti sepatu/sandal, dan semprot desinfektan. Apapun penyakitnya babi mati jangan dikonsumsi. Babi yang sakit dan yang kontak jangan dipotong.
Satu, itu membuat harga terjun bebas. Dua, itu membuat penyakit semakin tak terkendali. Tiga, semua agama mengajarkan agar hanya mengkonsumsi daging hewat sehat, bukan sakit, apalagi yang sudah jadi bangkai.
Melihat pola penyebaran, tindakan laporan dini dan tindakan segera sudah sangat terlambat bagi daerah/desa tertular. Bagi daerah/desa belum tertular, lakukan deteksi dini dan tindakan segera. Demikian pewarah-warah saking titiang, pemerhati dan peneliti kesehatan hewan.
Prof Ngurah Mahardika
FKH Unud
Reporter: bbn/opn
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan