Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kementan Sebut Penyakit yang Menyerang Ternak Babi Sejenis Virus
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Hewan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian drh. Sigit Nurtanto mengatakan sampai saat ini jenis penyakit yang menyerang ternak babi di Bali belum dikonfirmasi oleh BB Vet Medan.
[pilihan-redaksi]
Namun melihat gejala klinis dan penyebarannya yang sangat cepat kemungkinan besar disebabkan oleh sejenis virus. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Hewan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian drh. Sigit Nurtanto saat meninjau kegiatan KIE di Desa Sulangai, Plaga dan Belok Sidan Kecamatan Petang, Jumat (31/1) lalu.
Kementerian Pertanian memberikan apresiasi atas keseriusan Pemkab Badung menangani penyebaran penyakit yang mengakibatkan kematian babi diwilayahnya dengan melibatkan aparat desa, tokoh-tokoh adat dan gabungan peternak babi (GUPBI) Bali.
Oleh karena itu upaya penanganan yang telah dilakukan oleh dinas terkait dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran masyarakat sudah sangat tepat karena sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat yang bisa direkomendasikan.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana,S.Sos, Msi mengatakan bahwa dalam upaya untuk mencegah dampak ekonomis yang lebih besar bagi peternak dan mengamankan stok babi untuk hari raya Galungan dan Kuningan serta mengurangai dampak psikologis bagi masyarakat.
Pihaknya melakukan dua langkah strategis yaitu mengamankan sentra peternakan babi yang belum terkena penyakit dengan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan bio sekuriti yang ketat dan upaya memutus mata rantai penyebaran wabah bagi wilayah yang sudah terdampak dengan melibatkan peran serta masyarakat.
Pihaknya menerjunkan seluruh petugas yang terdiri dari penyuluh, dokter hewan dan Puskeswan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah penularan penyakit serta tatalaksana penanganan babi yang sakit dan mati agar tidak menyebar lebih luas lagi.
Akibat gencarnya sosialisasi yang dilakukan, saat ini masyarakat sudah tidak panik dan resah lagi karena mereka sudah mendapatkan informasi yang jelas bahwa penyakit ini tidak menular kepada manusia serta daging babi yang sehat dan diolah dengan baik sangat aman untuk dikonsumsi.
Terkait keamanan daging babi terutama saat Hari Raya Galungan nanti, pihaknya sudah menyiapkan ratusan petugas bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Unud yang akan diterjunkan kepada masyarakat guna melakukan pemeriksaan kesehatan babi yang akan dipotong sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan