Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Warga Desa Adat Duda Telanjang Dada Ikuti Tradisi Siat Api
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Adat Duda, Selat, Karangasem kembali menggelar tradisi siat api, Minggu (23/02/2020) sore. Tradisi yang diikuti oleh para anggota Pecalang se Desa Adat Duda ini berlangsung di atas jembatan sangsang yang berada di perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda.
[pilihan-redaksi]
Menurut I Komang Sudiana selaku Pangliman Bendesa Desa Adat Duda, pelaksanaan ritual ini seperti yang tertuang didalam Awig-awig dan dresta yang berlaku di Desa Adat Duda adalah pada saat Tilem Sasih Kawulu dimana pada tahun ini jatuh pada hari ini Minggu (23/02/2020).
Siat api merupakan sebuah atraksi yang dilakukan sebagai rangkaian dari upacara Metabuhin yang dilaksanakan di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Duda dengan tujuan dan makna untuk menetralisir pengaruh negatif dari palemahan desa untuk menyucikan lingkungan secara sekala niskala dari berbagai kekotoran dan keletehan yang sempat menghinggapi lingkungan atau palemahan desa sekaligus memuliakan alam semesta sesuai konsep Tri Hita Karana.
Adapun sarana yang dipergunakan dalam tradisi siat api adalah prakpak yang telah digunakan "Metektek Prus" di rumah masing-masing warga. Prakpak ini digunakan sebagai simbolis semacam senjata untuk melakukan ritual "perang" atau "siat" yang digunakan untuk memukul lawan.
"Sejatinya siat api ini dilaksanakan bukan dalam situasi kerusuhan yang didasari amarah melainkan dilaksanakan oleh kerama khususnya generasi muda dalam situasi kegembiraan penuh suka cita karena telah berhasil mengusir pengaruh-pengaruh jahat dari dalam diri manusia dan lingkungan desa," ujarnya.
Sementara itu, I Gede Pawana tokoh desa setempat yang juga sebagai Kepala Desa Duda Timur mengatakan, tradisi siat api di Desa Adat Duda sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.
Hanya saja tradisi ini sempat terhenti pelaksanaannya sekitar tahun 1963 pada saat Gunung Agung meletus. Hingga akhirnya pada tahun 2016 tradisi ini kwmbali dilaksanakan sampai saat ini sebagai rangkaian dari Upacara Metabuhin di Desa Adat Duda.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan