Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Desa Adat Duda Telanjang Dada Ikuti Tradisi Siat Api
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Adat Duda, Selat, Karangasem kembali menggelar tradisi siat api, Minggu (23/02/2020) sore. Tradisi yang diikuti oleh para anggota Pecalang se Desa Adat Duda ini berlangsung di atas jembatan sangsang yang berada di perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda.
[pilihan-redaksi]
Menurut I Komang Sudiana selaku Pangliman Bendesa Desa Adat Duda, pelaksanaan ritual ini seperti yang tertuang didalam Awig-awig dan dresta yang berlaku di Desa Adat Duda adalah pada saat Tilem Sasih Kawulu dimana pada tahun ini jatuh pada hari ini Minggu (23/02/2020).
Siat api merupakan sebuah atraksi yang dilakukan sebagai rangkaian dari upacara Metabuhin yang dilaksanakan di Pura Puseh/Bale Agung Desa Adat Duda dengan tujuan dan makna untuk menetralisir pengaruh negatif dari palemahan desa untuk menyucikan lingkungan secara sekala niskala dari berbagai kekotoran dan keletehan yang sempat menghinggapi lingkungan atau palemahan desa sekaligus memuliakan alam semesta sesuai konsep Tri Hita Karana.
Adapun sarana yang dipergunakan dalam tradisi siat api adalah prakpak yang telah digunakan "Metektek Prus" di rumah masing-masing warga. Prakpak ini digunakan sebagai simbolis semacam senjata untuk melakukan ritual "perang" atau "siat" yang digunakan untuk memukul lawan.
"Sejatinya siat api ini dilaksanakan bukan dalam situasi kerusuhan yang didasari amarah melainkan dilaksanakan oleh kerama khususnya generasi muda dalam situasi kegembiraan penuh suka cita karena telah berhasil mengusir pengaruh-pengaruh jahat dari dalam diri manusia dan lingkungan desa," ujarnya.
Sementara itu, I Gede Pawana tokoh desa setempat yang juga sebagai Kepala Desa Duda Timur mengatakan, tradisi siat api di Desa Adat Duda sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.
Hanya saja tradisi ini sempat terhenti pelaksanaannya sekitar tahun 1963 pada saat Gunung Agung meletus. Hingga akhirnya pada tahun 2016 tradisi ini kwmbali dilaksanakan sampai saat ini sebagai rangkaian dari Upacara Metabuhin di Desa Adat Duda.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan