Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jumlah Babi Mati di Bali Dekati Angka 3.000 Ekor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Angka kematian ternak babi di Bali terus bertambah. Hingga kini jumlah ternak babi yang mati di Bali sudah mendekati angka 3.000 ekor.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, I Ketut Gede Nata Kesuma menjelaskan, hingga kini total babi yang sakit sebanyak 4.107 dan total babi yang mati 2.804 ekor.
"Terbanyak di Badung 903 kasus babi mati, Tabanan 813, Gianyar 379, Buleleng 365, Denpasar 193, Karangasem 75, Klungkung 12, dan Bangli 64. Sementara di Jembrana masih 0 jumlah babi yang sakit atau mati, ini data hingga 5 Maret 2020,"jelasnya lewat whatsapp, hari Kamis.
Menurut nata, ribuan babi yang mati di Bali ini akibat serangan penyakit yang mengarah African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika.
Terkait jumlah babi yang mati di Bali, Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Propinsi Bali mengatakan, data jumlah babi yang mati versi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali tidak sesuai dengan fakta di lapangan. GUPBI Bali menyebut jumlah babi yang mati di Bali saat ini sudah mencapai ribuan ekor.
"Fakta di lapangan sudah lebih dari itu, bisa di atas seribu ekor, dua ribu ekor, lima ribu, atau lebih, kita tidak pernah tahu angka pastinya (babi yang mati), karena peternak kecil di Bali jarang yang melaporkan kematian babinya,"ujar Ketut Hari Suyasa, Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia Propinsi Bali, di Denpasar (21/2/2020).
Terkait tindakan peternak yang membuang bangkai babi ke sungai, Ketut Hari menyebut itu sebagai bentuk rasa frustasi peternak. Selain frustasi karena banyak babinya yang mati, biaya penguburan seekor babi yang mati juga mahal.
"Biaya penguburan seekor babi yang mati cukup mahal mencapai Rp 400 ribu per ekor. Rp 200 ribu untuk membuat lubang yang cukup dalam dan Rp 200 ribu biaya untuk mengangkut babi yang mati ke lokasi penguburan. Jadi biayanya yang dibutuhkan tidak murah. Peternak yang sudah rugi kemudian memilih untuk membuang bangkai babi ke sungai," ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun