Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Viking Sun Bertolak, Kapal Columbus dari Australia Merapat di Benoa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada Senin (9/3) pagi, Pelabuhan Benoa kembali kedatangan kapal pesiar asing, yakni kapal jenis Columbus ini bertolak dari Darwin, Australia.
[pilihan-redaksi]
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Agustinus Maun menerangkan, kapal ini bermuatan 1.008 penumpang dan 622 kru kapal.
Terhadap kedatangan kapal asing itu, Agus mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang kapal sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Jadi kapal asing yang masuk, dia tidak diijinkan masuk dan bersandar di dermaga, sebelum melakukan pemeriksaan karantina di area karantina yang jaraknya kurang lebih dua mil dari pelabuhan," ujar Agus ketika dijumpai Senin (9/3) siang di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar.
Kata dia, prosedur tersebut diterapkan kepada semua kapal asing yang masuk ke Indonesia. Ini sesuai standar dari World Health Organization (WHO), yang dipertegas dengan surat edaran Menteri Perhuhungan RI lewat Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
"Untuk menerapkan semua prosedur yang berlaku ketika terjaid wabah penyakit menular secara global seperti ini (Covid-19)," imbuh Agus.
Sebelumnya, pemeriksaan juga dilakukan terhadap penumpang kapal Viking Sun.
Sedangkan dari Januari hingga Maret 2020, disebutkan telah terjadi pembatalan sandar sebanyak 15 kapal cruise. Ia mengatakan selama Januari - Maret 2020 ini, seharusnya Pelabuhan Benoa telah menerima sebanyak 30 kapal pesiar yang bersandar dengan potensi mendatangkan wisatawan mancanegara dalam jumlah yang banyak. Namun, jumlah tersebut hanya terealisasi sekitar 50 persen, yakni 16 kapal.
"Sampai dengan bulan Maret ini sudah ada 15 kapal Cruise yang membatalkan kunjungannya ke Benoa. Jadi kurang lebih sampai dengan sekarang ada 16 kapal yang bersandar," ungkapnya
Ia menyebutkan bahwa alasan pembatalan tersebut cukup beragam. Mulai dari kemunculan virus Covid-19, masalah teknis hingga operasional kapal pesiar.
Viking Sun Bertolak
Kapal Pesiar Viking Sun, pada Senin (9/3) pukul 18.00 wita ini telah bertolak dari Pelabuhan Benoa menuju Lombok-Srilanka. Kapal yang heboh diperbincangkan karena sempat ditunda berlabuh oleh Pemerintah Kota Denpasar ini, berangkat dengan 470 penumpang dan 450 kru kapal.
Saat kedatangannya di Pelabuhan Benoa, kapal ini bermuatan 738 penumpang yang merupakan Warga Negara Asing. Dari jumlah itu, 375 penumpang kembali ke daerah masing-masing.
"Kembali ke negara asal mereka melalui bandar udara Ngurah Rai. Jadi perjalanan wisata mereka itu selesai di Benoa dan kembali ke negaranya melalui pesawat udara," ujar Agus.
Sementara, penumpang lainnya bergabung melalui Pelabuhan Benoa, sejumlah 107 orang yang menuju Lombok-Srilanka.
Kata Agus, 107 penumpang ini telah mendapat pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur tetap (protap) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada saat kedatangan. Sebelum bergabung ke kapal, kata Agus, kesehatan penumpang juga diperiksa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Benoa.
"Di atas kapal pun mereka akan dilakukan pemeriksaan kembali dari pihak kapal, terkait dengan kondisi kesehatan mereka," jelas Agus yang saat itu didampingi sejumlah jajaran.
Ia menambahkan, apabila petugas KKP menemukan penumpang dengan kondisi yang tidak sesuai aturan, maka akan dilakukan tahapan selanjutnya. Sehari sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui Tim Medis Rumah Sakit Bali Mandara telah melakukan pemeriksaan berlapis terhadap penumpang Viking Sun. Dari rekam medis, tidak ditemukan penumpang dengan gejala sakit yang mengarah Covid-19, sehingga diijinkan berlabuh dan berwisata di Bali.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang