Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Peneliti Aceh: Kandungan Ganja Berpotensi Tangkal Virus Corona
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Profesor Musri Musman, Peneliti ganja dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menyebut kandungan ganja yang sudah disarikan menjadi minyak, berpotensi menangkal virus corona (Covid-19) di tubuh manusia.
[pilihan-redaksi]
Seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Musri menjelaskan sistem virus corona masuk ke tubuh manusia lewat saluran paru-paru. Hal ini menimbulkan pneumonia atau peradangan paru. Kondisi ini mirip dengan kasus penyakit paru-paru karena infeksi virus tertentu.
Kemudian, kata Musri, ada juga penelitian yang menyebut bahwa ekstrak zat Cannabidiol (CBD) dalam ganja, selain untuk penyakit paru-paru juga berguna bagi penyakit asma dan herpes.
Dia mengatakan orang yang terserang penyakit paru-paru akan ditandai dengan peradangan. Akibatnya, terjadi penumpukan dan pemecahan sel-sel dalam tubuh atau disebut dengan sitokin.
Untuk mencegah hal itu, kata Musri, CBD akan berfungsi sebagai anti-peradangan dan anti-inflamasi.
"Jadi CBD itu saat dicoba, dapat mencegah atau anti-peradangan. Saya berkesimpulan CBD pada penyakit-penyakit itu bisa melakukan anti-inflamasi. Kenapa tidak pada kasus virus corona?" ujar Musri saat dikonfirmasi, Jumat (20/3).
Sementara inflamasi akan mengakibatkan perangsangan antibodi yang berlebihan, bahkan kegagalan pada organ khusus di tubuh seseorang.
"CBD yang dicoba ternyata mampu menghentikan pengeluaran antibodi yang berlebihan dari sistem imun. Ini sama dengan kasus corona," ujar Musri.
Ahli kimia bahan alam Universitas Syiah Kuala ini menjelaskan, kandungan zat terpenting dalam ganja ialah CBD. Zat itu terdapat di daun ganja, bunga, serta buahnya. Namun, ia enggan menjelaskan berapa kandungan CBD dalam satu batang pohon ganja.
"Zat itu tergantung dari varietas di cannabis," katanya.
Menurutnya, langkah penggunaan CBD juga tidak sembarangan. Ganja tersebut harus diekstrak terlebih dahulu kemudian di fraksionasikan. Sehingga zat yang berbahaya seperti Tetrahydrocannabinol (THC) terpisah dari CBD.
CBD inilah yang nantinya berubah menjadi minyak. Musri mengatakan minyak dari kandungan itu bisa diminum dengan takaran satu sendok makan. Namun jika terlalu banyak dikonsumsi, kata dia, bisa berbahaya bagi tubuh.
"Yang penting kan CBD yang perlu kita ekstrak, menurut pengetahuan, itu akan membuktikan prediksi tadi. Itu akan berprotensi menangkal Covid-19 dari kajian ilmiah ini," ucapnya.
Musri pun tidak membenarkan penggunaan ganja dengan cara diisap untuk menangkal corona. Menurutnya, ganja jika diisap akan menyerang saraf otak karena kandungan THC akan bekerja seperti psikotropika.
Sementara penggunaan CBD jika dikonsumsi akan memberikan psikoaktif dan tidak menyebabkan halusinasi.
"Mengobati tidak dengan diisap. Tidak seperti itu. Yang diisap itu THC, itu langsung ke saraf otak. Dia akan bekerja seperti psikotropika. Kalau CBD itu waktu kita makan dia tidak bersifat psikotropika tapi psikoaktif, tidak ada menyebabkan halusinasi," sebutnya.
Untuk itu, Musri pun siap bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan uji coba terkait ekstrak ganja demi menangkal virus corona dari dalam tubuh manusia.
"Jika dibutuhkan, kita siap bantu," ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan