Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Di Tengah Wabah Corona, Himbauan "Niskala" Ini Viral di Media Sosial

Rabu, 25 Maret 2020, 12:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ilustrasi/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Di tengah wabah virus corona, muncul informasi dan himbauan yang beredar di kalangan pengguna media sosial sejak hari Selasa Malam (24/3/2020). Himbauan ini berisi ajakan agar warga memasang semacam "penolak bala" di rumah masing-masing.

[pilihan-redaksi]

Dari pantauan Beritabali.com di beberapa grup whatsapp, setidaknya ada dua informasi yang beredar. Informasi yang bersifat himbauan itu antara lain:
 
"Niki pejenengan (kulkul) ring Puri Agung Klungkung meswara, damuhe kanikang ngunggahin pandan 3 katih tegul aji benang tri datu pacekin bawang tabia lan kasurat tampak dare ring lebuh" (Ini yang dihormati (kulkul keramat) di Puri Agung Klungkung mengeluarkan suara, rakyat diminta untuk memasang 3 lembar daun pandan diikat dengan benang tridatu kemudian ditusuk bawang dan cabe merah lalu ditulis lambang "tampak dara" di pintu keluar rumah/halaman depan rumah).

Informasi lainnya di media sosial berbunyi: "pajenengan kentungan/kulkul puri agung klungkung sekitar pukul 20.20 wita (berbunyi), beredar himbauan agar warga memasang daun pandan, bawang putih, bawang merah, dan cabe metusuk diikat jadi satu dengan benang tridatu dipasang pada pemedal. Serta pamor tapak dara di pemedal atau ring sanggah pemesu ida dane". 

Terkait adanya info yang viral ini, seorang warga Bali mengatakan, fenomena suara Kulkul keramat di Puri Agung Klungkung ini sudah ada sejak dulu.

"Kulkul yang ada di Puri Agung Klungkung itu memang keramat. Dulu saat bencana Gunung Agung meletus, saat peristiwa G 30 S PKI, wabah atau grubug di Bali memang selalu mengeluarkan bunyi untuk memperingatkan warga Bali. Mungkin hal ini bisa kita ikuti secara "niskala" sesuai kepercayaan masyarakat Hindu Bali, namun kita tetap juga melakukan antisipasi atau upaya secara "sekala" dengan cara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ujar Made Suganda, warga Bali asal Klungkung.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami