Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Buleleng Terima Bantuan 250 APD dan 500 Rapit Test dari Provinsi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng menerima distribusi bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali. Bantuan yang diterima antara lain 250 buah Alat Pelindung Diri (APD), 25 kotak masker bedah berbagai ukuran, 500 buah masker N95, dan 500 buah rapid test kit.
[pilihan-redaksi]
Distribusi bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Drs. Dewa Made Indra, M.Si dan diterima langsung oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Sabtu (11/4).
Ditemui usai penyerahan, Dewa Made Indra menjelaskan bantuan ini untuk menunjang percepatan penanganan Covid-19 di Buleleng. Dengan diserahkan bantuan ini, Dewa Indra berharap kepada tenaga medis yang sebagai ujung tombak melawan COVID-19 di Buleleng untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Buleleng. Khususnya yang dicurigai terpapar Covid-19.
"Mudah-mudahan ini dapat membantu mengatasi pandemi di daerah ini," jelasnya
Selain menyerahkan bantuan, dirinya juga melaksanakan pemantauan penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Pihaknya mengatakan Pemkab Buleleng sangat sigap dan cukup baik dalam melakukan penanganan Covid-19. Penguatan pun terus dilakukan untuk penanganan Covid-19 di Buleleng.
Lebih Lanjut, ia menambahkan dalam penanganan COVID-19 ini, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kelurahan harus bergerak bersama. Artinya gerakan-gerakan yang dilakukan harus sesuai prosedur protokol serta kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
"Kita harus bergerak bersama untuk mengoptimalkan upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya ini," ucap Dewa Indra.
Selain itu juga, Made Indra menegaskan kepada para Anak Buah Kapal (ABK) yang sudah pulang dan melanjutkan Karantina di rumah masing-masing agar di rapid test untuk kedua kalinya. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Rapid test yang pertama sudah dilaksanakan di tingkat Provinsi Bali.
"Setelah hasilnya negatif mereka pulang ke rumah. Untuk rapid test yang ke dua akan dilaksanakan di daerah,” tuturnya.
Disinggung mengenai Buleleng yang menjadi daerah transmisi lokal, mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali ini mengatakan transmisi lokal itu terjadi dikarenakan kurangnya kedisiplinan. Pertama kurang disiplin dalam memakai masker, kedua kurang disiplin dalam cuci tangan. Kemudian, juga kurang disiplin dalam menjaga jarak.
"Kalau kita semua disiplin, daerah transmisi lokal tidak akan terjadi," pungkas Dewa Indra.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 922 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 769 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 583 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik