Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Salah Satu staf Gubernur NTB Positif Covid-19, Tertular dari Pasien Ber-KTP Bali
BERITABALI.COM, NTB.
Pasien nomor 04 positif Covid-19 atas nama YT dan ber-KTP Buleleng, Bali, memiliki daftar jumlah contact tracing banyak di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
[pilihan-redaksi]
Salah satu dari hampir 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif Covid-19 yang menjadi Contact Tracingnya adalah pasien nomor 37, yang ternyata salah satu staf Gubernur NTB, Dr H Zulkiflimansyah.
Staf di Tim Gubernur Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) berinisial NLEY ini dinyatakan positif Covid-19 saat rilis Gugus Tugas Covid-19, Senin tanggal 13 April lalu.
Pegawai Bappeda NTB yang diperbantukan di TGP2D ini tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari terakhir sebelum sakit. Namun wanita usia 46 tahun beralamat di Ampenan Kota Mataram memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 04.
Pasien nomor 04 atas nama YT ber-KTP Buleleng Bali dinyatakan sudah sembuh dan kembali ke rumahnya. Sedangkan pasien nomor 37, staf Gubernur NTB yang menjadi Contact Tracingnya saat ini masih dirawat di RSUD Mataram dengan kondisi baik.
Sementara itu untuk memastikan keamanan lingkungan dan kesehatan di rumah dinas Gubernur dari sebaran corona virus, seluruh staf, ASN, dan stat TGP2D melakukan Rapid Diagnostic Test ((RDT). Bertempat di Pendopo Gubernur di Jalan Pejanggik Kota Mataram, Rabu (15/4).
Koordinator pemeriksaan RDT Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Propinsi, Sri Endang Kusrini mengatakan, bahwa test ini merupak permintaan Gubernur melalui Biro Umum Setda Propinsi NTB. Sehingga bekerjasama dengan Balai Lab Kesehatan Provinsi, dilakukan pengecekan awal untuk mengetahui respon ada atau tidak Covid-19 di lingkungan Pendopo Gubernur NTB.
"Hasil rapid test akan diumumkan secara resmi oleh Kadis Kesehatan NTB," jelasnya.
Salah satu staf TGP2D yang ikut di rapid tes mengaku pernah berinteraksi dengan pasien 37 dua bulan lalu.
"Walaupun pasien nomor 37 yang ASN di Kantor Bappeda ini tidak pernah masuk kerja selama satu bulan lebih, kami tetap melakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan kami," ungkap Made Agus Adi, salah satu rekan pasien 37 di TGP2D.
Secara umum hasil laporan Labkes NTB, dari hasil RDT sebanyak 36 staf di Pendopo Gubernur, 5 orang di Pendopo Setda, dan enam orang di Pendopo Wagub. Sehingga total 47 orang ikut dengan hasil non reaktif. Selain staf gubernur di TGP2D, seluruh ASN, pramusaji, driver, Satpol-PP dan staf ikut serta di rapid tes.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang