Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
FK Unram Prediksi Puncak Covid-19 di NTB pada Agustus dengan 5.800 Kasus
BERITABALI.COM, NTB.
Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi, puncak kasus Covid-19 di NTB akan terjadi di bulan Agustus 2020.
[pilihan-redaksi]
Berdasarkan simulasi yang menggunakan metode penyakit menular SIP ( Suceptible, Infected Recovery) jumlah kasus positif Covid-19 di NTB akan mencapai angka sekitar 5.800 kasus. Hal tersebut diungkapkan Dekan FK Unram, dr Hamsu Kadriyan M Kes Sp THT, Rabu (22/4), menyikapi terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB yang sudah mencapai 108 orang.
Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia, dan data-data lainnya. Maka tim dari FK Unram memperkirakan puncak kasus Covid-19 di NTB akan terjadi di bulan Agustus 2020.
"Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat, maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus," terang dokter Hamsu Kadriyan.
Pihaknya berharap dua bulan atau pada saat Lebaran, adalah waktu tercepat untuk NTB bisa bebas dari Covid-19. Sehingga diperlukan kerjasama guna mencegah bersama-sama penularan virus ini. Dari hasil perhitungan FK Unram dan tim, jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus jumlah kasus diperkirakan sekitar 5.800 kasus positif Covid-19.
Dokter Hamsu menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus. Menurutnya, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB sebenarnya bagus. Karena Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkonfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.
Data-data orang yang beresiko atau rentan terkena Covid-19 sudah dimiliki oleh Pemda. Mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan lainnya Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacaknya dan melakukannya screening. Termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini. Dari screening akan diketahui, jumlah orang yang reaktif. Dan berlanjut dengan Swab sebagai metode standar penanganan Covid-19.
Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy S Sos MM mengatakan, pihak Pemprov NTB menyediakan empat rumah sakit rujukan utama bagi penanganan Covid-19. Yaitu RSUD Propinsi, RS Selong Lombok Timur, RS Manambai Sumbawa, dan RS Bima.
Serta 17 rumah sakit rujukan kedua di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68, pada pertengahan April kemarin. Jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur. Dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur di RS Unram, Asrama Haji, dan di Wisma Tambora.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang