Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Total 48 PMI di Badung Sudah Diperbolehkan Pulang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah sebelumnya sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di sebuah hotel di kawasan Kuta yang dimanfaatkan sebagai rumah singgah diperbolehkan pulang, hari Rabu (29/4) kembali 16 orang PMI yang dikarantina di hotel tersebut sudah diperbolehkan pulang setelah mengikuti protokol kesehatan dan menjalani masa karantina selama 14 hari.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta selaku Koordinator Satuan Tugas Operasi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Badung, Rabu (29/4).
Lebih lanjut dr. Gunarta mengatakan sebelumnya pada hari Senin (27/4) lalu sebanyak 16 orang PMI sudah diperbolehkan pulang dan pada hari Selasa (28/4) bertambah sebanyak 16 orang juga sudah diperbolehkan pulang.
"Jadi total 48 orang PMI yang sudah diperbolehkan pulang dari rumah singgah tersebut sehingga yang tersisa sekarang tinggal 7 orang," kata birokrat asal Sibanggede ini seraya berharap yang tersisa ini semoga juga hasilnya negatif dan memenuhi protokol kesehatan sehingga bisa mengikuti jejak rekannya yang sudah terlebih dahulu pulang ke rumahnya masing-masing.
Sementara itu Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Diskes Badung I Gusti Agung Alit Naya mengatakan berkaitan dengan upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Badung, Dinas Kesehatan selaku bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung gencar melakukan rapid test terhadap orang-orang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pelaku Perjalanan Non PMI (PP Non PMI), termasuk PMI yang menjalani isolasi mandiri di rumah (bukan yang karantina di hotel).
Ditambahkan untuk pelaksanaan rapid test lanjutan yang bertempat di Wantilan DPRD Kabupaten Badung Puspem pada hari Rabu (29/4),merupakan rapid test lanjutan sesi ke tiga dimana rapid test dilakukan terhadap 70 orang sasaran yang terdiri dari 46 PMI yang menjalani isolasi mandiri di rumah (bukan yang karantina di hotel) dan sisanya Non PMI maupun Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari 46 PMI ini 20 orang PMI sebelumnya sudah pernah dilakukan rapid test dan 26 orang PMI belum pernah sama sekali dilakukan rapid test.
Menurut Agung Alit Naya hasil dari rapid test terhadap 70 orang ditemukan 5 orang menunjukkan hasil reaktif, dimana dari 5 orang reaktif ini terdiri dari 4 PMI yang belum pernah sama sekali dilakukan rapid test dan 1 PMI yang sebelumnya pernah di rapid test di bandara.
"Untuk ke 5 orang yang menunjukkan reaktif tersebut, sesuai Surat Edaran Gubernur Bali maka selanjutnya dirujuk ke rumah singgah di kawasan Kuta dimana pemeriksaannya di tindaklanjuti oleh Gugus Tugas Provinsi," katanya.
Agung Alit Naya menambahkan sebelumnya pada hari Selasa (28/4) juga telah dilakukan rapid test sesi ke-2 yang dilaksanakan di dua tempat yaitu di Wantilan DPRD dan salah satu Hotel yang dimanfaatkan sebagai rumah singgah di kawasan Kuta.
"Untuk rapid test di Wantilan DPRD pada hari Selasa lalu dengan sasaran 96 orang PMI yang karantina mandiri ditemukan seorang reaktif, dimana diketahui subjek reaktif ini merupakan OTG yang pernah kontak dengan kasus sebelumnya. Sedangkan di rumah singgah di hotel kawasan Kuta tempat PMI dikarantina dilakukan rapid test terhadap 55 orang PMI dengan hasil seluruhnya negatif," kata Agung Alit Naya yang juga selaku Koordinator Bidang Pencegahan di Satgas Dinas Kesehatan.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8180 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5684 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2403 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan