Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pemuda Asal Jakarta Ngamuk Sambil Menantang Satgas Covid-19 di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Petugas COVID-19 dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kewalahan saat mencoba memeriksa identitas seorang pemuda yang mengaku berasal dari Jakarta.
[pilihan-redaksi]
Aksinya yang terekam oleh kamera lantas viral di media sosial usai diunggah oleh beberapa akun Instagram, salah satunya @denpasar.viral. Dari tayangan video yang beredar, pemuda yang mengenakan kaos berwarna abu-abu itu terlihat menantang petugas ketika akan diperiksa.
"Seorang warga yang mengaku berasal dari Jakarta mengamuk saat Satgas COVID-19 dan Satpol PP Kota Denpasar hendak memeriksa identitasnya," tulis @denpasar.viral.
Ia dikabarkan sempat mencaci maki petugas ketika dirinya akan diperiksa. Beruntung, tak terjadi aksi baku hantam di antara keduanya. Namun, saat ini ia telah diamankan oleh pihak yang berwenang dan akan diproses lebih lanjut. Diduga, pemuda tersebut sedang dalam pengaruh obat-obatan dan dalam kondisi mabuk ketika peristiwa itu terjadi.
"Diduga yang bersangkutan mabuk atau terpengaruh obat-obatan," tulis @denpasar.viral.
Meski demikian, aksi yang akhirnya viral di media sosial itu telah mengundang reaksi dari warganet. Mereka mengecam tindakan sang pemuda dan meminta agar ia dihukum sesuai perbuatannya.
"Mabuk sambil ngamuk? Lelepin kepalanya di air sampai keluar kata ampun," tulis @anon_fighterxx.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3274 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1096 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 496 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun