Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus Begal oleh Pecalang dan Intel Ternyata Hoaks

Selasa, 19 Mei 2020, 11:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Viralnya berita di Facebook terkait aksi begal yang dilakukan oknum pecalang mengaku anggota intel, Minggu (17/5/2020), diungkap Satreskrim Polresta Denpasar. Usut punya usut kasus tersebut tidak benar alias hoaks. Polisi telah mengamankan 3 orang dan kini masih jalani pemeriksaan.

Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Senin (18/5/2020). Dijelaskannya, kasus tersebut tidaklah benar dan pihaknya sudah mengamankan 3 orang yang diduga terlibat. Yakni, MUB (orang yang mengaku korban), BBB (ayah korban) dan IBP yang memposting di Facebook.

"Ketiganya sudah diamankan dan diperiksa. Keterangannya masih didalami," ujar Iptu Sukadi.

Kasus hoaks ini mencuat setelah saksi UMB mengaku ke bapaknya BBB mengalami aksi begal sekitar akhir Bulan April 2020 di Jalan Teuku Umar Denpasar.

Menurutnya, pelaku begal tersebut mengaku sebagai pecalang dan intel. Korban diajak naik motor hingga ke Jalan Teuku Umar Denpasar. Tiba ditempat sepi, pelaku menghajar korban hingga babak belur. Bahkan motornya Honda Beat dan 1 buah handphone Oppo digasak pelaku.

Mendapat laporan anaknya kena begal, BBB mengajak anaknya MUB ke rumah Sakit Sanglah untuk berobat. Namun baru sampai di depan rumah sakit dibatalkan karena tidak memakai masker.

Beberapa hari kemudian BBB menghubungi boss tempat bekerja anaknya, yakni IBP. Maksudnya untuk melaporkan kejadian yang dialami anaknya dan meminta gaji anaknya.

Tak lama berselang, IBP datang membesuk ke kos UMB di Jalan Tukad Gerinding nomor 31 Denpasar. Saat besuk itulah UMB menceritakan ia menjadi korban begal.

"Pada saat dibesuk oleh IBP di kosannya, MUB memang benar sakit demam akibat membantu bapaknya sebagai buruh bangunan bukan karena kejadian perampokan yg dialami," ujarnya.

Tidak terima anak buahnya dibegal, IBP kemudian mempostingnya di Facebook 9 Mei sekitar pukul 20.19 Wita. Akhirnya, kasus tersebut viral di media sosial. Jajaran satreskrim Polresta Denpasar langsung menyelidiki kasus tersebut.

Terungkap, kejadian perampokan tersebut sebenarnya tidak ada. MUB bercerita bohong kepada bapaknya mengaku dirampok karena takut dimarahi bapaknya. Pasalnya, UMB telah menghilangkan handpone yang baru saja dicicil bapaknya.

Bahkan, sepeda motor Honda Beat yang dibawa UMB tidak hilang dan masih ada di rumahnya. 

"Saksi MUB sudah mengakui kebohongan karena takut dimarah bapaknya telah menghilangkan handpone yg dibelikan dengan cara mencicil," ujar Iptu Sukadi. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami