Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Kasus Begal oleh Pecalang dan Intel Ternyata Hoaks
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Viralnya berita di Facebook terkait aksi begal yang dilakukan oknum pecalang mengaku anggota intel, Minggu (17/5/2020), diungkap Satreskrim Polresta Denpasar. Usut punya usut kasus tersebut tidak benar alias hoaks. Polisi telah mengamankan 3 orang dan kini masih jalani pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Senin (18/5/2020). Dijelaskannya, kasus tersebut tidaklah benar dan pihaknya sudah mengamankan 3 orang yang diduga terlibat. Yakni, MUB (orang yang mengaku korban), BBB (ayah korban) dan IBP yang memposting di Facebook.
"Ketiganya sudah diamankan dan diperiksa. Keterangannya masih didalami," ujar Iptu Sukadi.
Kasus hoaks ini mencuat setelah saksi UMB mengaku ke bapaknya BBB mengalami aksi begal sekitar akhir Bulan April 2020 di Jalan Teuku Umar Denpasar.
Menurutnya, pelaku begal tersebut mengaku sebagai pecalang dan intel. Korban diajak naik motor hingga ke Jalan Teuku Umar Denpasar. Tiba ditempat sepi, pelaku menghajar korban hingga babak belur. Bahkan motornya Honda Beat dan 1 buah handphone Oppo digasak pelaku.
Mendapat laporan anaknya kena begal, BBB mengajak anaknya MUB ke rumah Sakit Sanglah untuk berobat. Namun baru sampai di depan rumah sakit dibatalkan karena tidak memakai masker.
Beberapa hari kemudian BBB menghubungi boss tempat bekerja anaknya, yakni IBP. Maksudnya untuk melaporkan kejadian yang dialami anaknya dan meminta gaji anaknya.
Tak lama berselang, IBP datang membesuk ke kos UMB di Jalan Tukad Gerinding nomor 31 Denpasar. Saat besuk itulah UMB menceritakan ia menjadi korban begal.
"Pada saat dibesuk oleh IBP di kosannya, MUB memang benar sakit demam akibat membantu bapaknya sebagai buruh bangunan bukan karena kejadian perampokan yg dialami," ujarnya.
Tidak terima anak buahnya dibegal, IBP kemudian mempostingnya di Facebook 9 Mei sekitar pukul 20.19 Wita. Akhirnya, kasus tersebut viral di media sosial. Jajaran satreskrim Polresta Denpasar langsung menyelidiki kasus tersebut.
Terungkap, kejadian perampokan tersebut sebenarnya tidak ada. MUB bercerita bohong kepada bapaknya mengaku dirampok karena takut dimarahi bapaknya. Pasalnya, UMB telah menghilangkan handpone yang baru saja dicicil bapaknya.
Bahkan, sepeda motor Honda Beat yang dibawa UMB tidak hilang dan masih ada di rumahnya.
"Saksi MUB sudah mengakui kebohongan karena takut dimarah bapaknya telah menghilangkan handpone yg dibelikan dengan cara mencicil," ujar Iptu Sukadi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 754 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 679 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 498 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 475 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik