Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Vaksin Corona yang Dikembangkan China Tunjukkan Hasil yang Efektif
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah tim peneliti yang berbasis di China telah melaporkan tingkat keberhasilan dalam vaksin virus corona yang baru dikembangkan yang telah mencapai tahap uji klinis manusia pada saat ini.
[pilihan-redaksi]
Vaksin yang telah dikembangkan di China telah menunjukkan hasil efektif yang baik dan jika ada laporan, telah dinyatakan aman untuk digunakan juga. Kabar itu muncul tak lama setelah uji coba vaksin Oxford, yang merupakan pesaing kuat dalam fase pengembangan vaksin menunjukkan beberapa hasil negatif.
Laporan yang telah diajukan berdasarkan pada studi Lancet menarik pengamatan dari percobaan awal yang dilakukan pada manusia di beberapa laboratorium, berdasarkan 108 peserta yang berusia antara 18-60. Vaksin ini dibuat dengan mutasi virus tertentu, bernama Ad5, yang secara genetik mengubah struktur protein setelah disuntikkan di dalam sel.
Setelah tubuh mengidentifikasi, virus dapat memecah molekul dan menghentikannya dari penggandaan lebih lanjut. Studi ini juga menunjukkan bahwa injeksi vaksin mungkin dapat membantu kekebalan tubuh dan produksi sel-T juga.
Dalam pengujian yang dilakukan sejauh ini, peserta yang menerima satu dosis vaksin menghasilkan sel kekebalan tertentu, yang disebut sel T, dalam waktu dua minggu sementara antibodi yang dibutuhkan untuk kekebalan memuncak pada 28 hari.
Penulis studi ini, Wei Chen, dalam sebuah wawancara mengatakan percobaan menunjukkan bahwa dosis tunggal dari vektor adenovirus tipe 5 baru Covid-19 (Ad5-nCoV) adenovirus menghasilkan vaksin antibodi spesifik virus dan sel T dalam 14 hari.
Selain itu, setelah diamati, orang yang memiliki antibodi Ad5 lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan tanggapan kekebalan yang kuat terhadap vaksin. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang diberi dosis tertinggi mencatat gejala pasca-injeksi seperti mual, kelelahan, nyeri, demam, dan sakit kepala.
Para peneliti telah mengatakan bahwa data dari penelitian ini akan ditabulasi setelah jangka waktu 6 bulan, tetapi sejauh ini memiliki tanggapan yang positif.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3054 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun