Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kemenkes Tegaskan Virus Flu Babi G4 Belum Masuk Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Kesehatan menegaskan virus flu babi G4 yang baru ditemukan di China, belum masuk ke Indonesia. Meski begitu, Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada mengingat jumlah peternakan babi di beberapa provinsi cukup banyak.
[pilihan-redaksi]
"Belum terlapor ada virus (di Indonesia) baik di babi juga manusia," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam webinar bersama media, Kamis (9/7/2020) seperti dikutip dari Suara.com.
Nadia menyampaikan, ada sekitar 7 juta peternakan babi yang tercatat di Kementerian Pertanian. Beberapa peternakan besar tersebar di sekitar enam provinsi. Nusa Tenggara Timur jadi provinsi terbanyak dengan jumlah 2,5 juta ekor babi.
Tetapi diyakini, jumlah tersebut bisa saja lebih banyak. Karena di sejumlah daerah tertentu masyarakat juga beternak babi sendiri.
"Kita tahu babi dipelihara dan diternakkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Ini mungkin agak sulit untuk mendata berapa jumlah babi yang diternakkan masyarakat," katanya.
Nadia juga menyampaikan, masyarakat harus menjaga kebersihan ternak babi sebagai upaya pencegahan virus G4 EA H1N1 tersebut. Meski sumber virus berasal dari China, tetapi ada baiknya tidak perlu menunggu impor kasus masuk ke Indonesia.
"Saya tidak bisa menegaskan potensi virus akan seberapa cepat di Indonesia. Artinya saat ini kita lihat update di China. Tapi bukan berarti menunggu tidak melakukan apa pun," ujarnya.
Prinsipnya, lanjut Nadia, pencegahan flu babi hampir mirip dengan Covid-19. Lantaran virus sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia. Terutama bagi masyarakat yang memiliki peternakan babi atau berada di lingkungan tersebut, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan babi yang sakit.
"Gunakan alat pelindung diri ketika bekerja dengan babi," kata Nadia.
Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan menggunakan disinfektan sudah pasti harus dilakukan, tegas Nadia. Juga penting untuk melakukan vaksinasi hewan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan