Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Gubernur Koster Sebut Terapi Arak Bali Efektif Sembuhkan OTG Corona
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan metode pengobatan tradisional Bali (usada) dengan cara terapi arak Bali efektif menyembuhkan pasien positif virus Corona (Covid-19) tanpa gejala (asimtomatik).
[pilihan-redaksi]
"Itu (terapi arak-red) ternyata efektif sekali. Yang baru kena positif, dua hari dilakukan 'treatment' ini, pada hari ketiga negatif dan sembuh," kata Wayan Koster di sela peluncuran Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, di Kediaman Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/7) dikutip dari cnnindonesia.com.
Menurut Koster, terapi dengan menggunakan bahan dasar arak Bali yang sudah didestilasi khusus itu, sudah diujicobakan kepada ratusan orang positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah tempat karantina.
"Sudah diuji coba dengan ekstraksi daun jeruk purut (lemon), kemudian dikasi minyak kayu putih. Ternyata sekarang sembuhnya sudah meningkat jauh bagi mereka yang dirawat di tempat karantina," ucapnya.
Dia mengklaim tingkat kesembuhan terapi arak Bali ini mencapai 80 persen terutama untuk mereka yang tanpa gejala. Dia menuturkan pada percobaan awal, ada 19 sampel yang dicoba dan hasilnya sebanyak 15 pasien sembuh. Jumlah sampel kemudian terus ditingkatkan hingga mencapai ratusan.
"Jadi 80 persen sembuh. Saya tenang sekarang. Sekarang misalnya kena, dua hari lagi setelah di-treatment itu pada hari ketiga swab sembuh. Kami pulangkan," tutur Koster.
Dengan treatment ramuan ini, Koster mengungkapkan ada 400 warga terjangkit corona yang dikarantina dinyatakan sembuh. Ia optimistis tingkat kesembuhan akan meningkat jika treatmen ini terus dilakukan.
Koster mengaku senang, arak Bali memiliki manfaat untuk kesehatan. Ia pun mengaku setiap hari memakai ramuan ini dengan cara dihirup.
"Ini rezeki industri arak yang menjadi minuman dan kedua bermanfaat untuk kesehatan atau usada. Saya tiap hari pakai ini, hirup-hirup sebelum tidur. Enak, dia, bagus sekali," katanya.
Koster sudah menyampaikan hal ini ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ketika melawat Bali kemarin. Ramuan ini juga akan dipatenkan namun sementara baru bisa dipakai di Bali saja.
"Nah, ini sudah matang, masih kita pakai lokal Bali dulu. Produk akan kami patenkan. Saya sudah cerita ke Menkumham. Saya prakarsai ini. Saya dorong Kadis Kesehatan untuk eksperimen ini. Kalau sudah terbukti kemudian legal, maka ini akan jadi industri baru," tuturnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan