Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Pioritaskan Pertanian, Tamba-Ipat Ingin Petani Bahagia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, Nengah Tamba bersama pasangannnya Gede Ngurah Patriana Krisna (Tamba-Ipat) yang merupakan anak dari mantan Bupati Jembrana, Gede Winasa akan prioritaskan sektor pertanian di Jembrana agar petani bisa hidup bahagia.
[pilihan-redaksi]
Nengah Tamba menuturkan pemerintah saat ini 4 kali diberi cobaan yakni pertama kasus perang teluk, Bom Bali 1 dan 2 dan kini Covid-19 selalu berbicara UKM lah yang bisa bertahan. Tetapi apa didengung-dengungkan akan dibantu dan ditopang ternyata hanya jadi pembahasan.
"Pemerintah hanya bicara menyelamatkan UKM, pertanian, perikanan. Mana ada dari dulu fakta selama ini tidak ada yang terealisasi," keluhnya usai deklarasi koalisi Golkar-NasDem-Demokrat Bali di Pilkada Serentak 2020 di Denpasar, Sabtu (25/7).
Mencermati sistem pertanian di Jembrana saat ini masih digarap secara konvensional belum modern. Contohnya, ia mengungkap selama ini persoalan yang klasik di tingkat petani saat panen harga jatuh dan diolahnya bukan di Jembrana tetapi di luar daerah lalu dibawa kembali ke Jembrana. Padahal dari sisi kemampuan Jembrana akan sangat memungkinkan dan berpeluang untuk menyerap tenaga kerja.
"Kenapa tidak diolah di Jembrana mempunyai daya tinggi, menyerap tenaga kerja," tandas calon yang diusung beberapa parpol diantaranya; Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP.

Dari amatannya, saat ini Pemerintah berencana akan bentuk konsorsium, untuk menalangi hasil perkebunan bersama sindikasi bank-bank pemerintah. Hal ini nantinya diharapkan saat panen petani senang karena harganya bagus, barangnya dibeli dan pemerintah yang harus bertanggung jawab disitu.
"Pemerintah lewat mekanisme dimana setiap penduduk di Jembrana akan terekam dalam big data. Misalnya warga punya lahan 1 are, disitu akan terdata dalam big data ada semua jadi pada saat panen raya hasil pertanian dan perkebunan akan terdata dan dipasarkan ke seluruh daerah yang memerlukan," ucapnya.
Terkait aspek pendanaan, pembeli, dan harga sudah diatur di pasar nantinya ini tanggung jawab pemerintah terutama Perusda," kata Tamba yang rencananya juga memperjuangkan bebas pajak bagi lahan pertanian di Jembrana.
Pulang Kampung
Sementara itu, Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) yang masih berstatus ASN di Dinas PUPR Kediri ini mengaku siap akan mengembalikan kejayaan Jembrana di masa kepeimpinan bapaknya terdahulu. Ipat yang saat ini masih dalam proses untuk mendapatkan rekomendasi dari partai lainnya ini mengaku siap pulang kampung karena selama 18 tahun merantau di luar daerah dan sudah saatnya membangun daerahnya sendiri.
"Niat saya pulang kampung membangun Jembrana, saya kira sudah cukup lama di negeri rantau sudah 18 tahun di Kota Kediri, sudah cukup sudah waktunya pulang kampung," sebutnya.
Meski demikian ia tidak memungkiri bahwa nama besar bapaknya, Gede Winasa akan berpengaruh dalam proses pemilihan nantinya.
"Namanya orang tua, pasti ada di belakang anaknya, siapapun kalo ngga ada orang tua ngga mungkin,"
Ia juga optimistis akan mampu mengembalikan kejayaan Jembrana di masa kepemimpinan sang ayah. "Kalo mau pasti bisa," imbuhnya.
Mengenai wakil yang diusungnya itu, Tamba angkat bicara bahwa Ipat adalah anak muda kreatif, siap pulang kampung membangun Jembrana
Dan, niatkan pulang kampung ini karena melihat pembangunan di Jembrana saat ini kurang bergerak cepat. Ia menginginkan pembangunan maju dan bergerak cepat agar Jembrana setara dengan kabupaten lainnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 671 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 490 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik