Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Kekurangan Tempat Isolasi dan Perawat, Ini Solusi RSUD Klungkung
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Meningkatnya jumlah pasien suspek maupun terkonfirmasi positif Covid-19 mengakibatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung kekurangan ruang isolasi.
[pilihan-redaksi]
Pihak manajemen akhirnya memutuskan akan menambah ruang isolasi dengan menutup ruangan Paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. dr. Nyoman Kesuma menyebutkan hingga Selasa (18/8) total pasien yang dirawat di RSUD Klungkung mencapai 77 orang terdiri dari 26 suspek Covid-19 diantaranya 4 ibu nifas dan 51 orang terkonfirmasi positif dengan 2 orang ibu nifas.
“Kami harus rapat kembali untuk mencari solusi karena lagi ada 8 orang pasien suspek covid-19 yang belum mendapat ruang isolasi yaitu 2 orang membutuhkan isolasi ICU Covid-19 dan 6 orang ruang isolasi biasa. Selain itu ada 3 bayi dari 6 orang ibu suspek covid-19 yang dititipkan di ruang isolasi tetanus,” ujar Dirut Nyoman Kesuma.

Dari hasil rapat, akhirnya dicapai keputusan untuk menambah 1 ruangan lagi untuk menambah kapasitas ruang isolasi biasa dan 1 ruangan lagi untuk menambah kapasitas ICU Covid-19. Tambahan ruangan ICU Covid-19 dilakukan dengan mengalihkan ruang ICU biasa menjadi ruangan ICU Covid-19 sehingga akan menambah kapasitas total ICU Covid-19 menjadi 14 tempat tidur.
Sedangkan untuk menambah ruangan isolasi biasa, manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif lain, dimana kebetulan VIP berada 1 blok dengan ruang isolasi lainnya.
“Jadi ruangan VIP yang selama ini menjadi sumber penting pendapatan RSUD Klungkung terpaksa harus direlakan demi menampung pasien Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat,” jelas dr. Kesuma.
Atas keputusan penting tersebut pihak RSUD menghadap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk meminta ijin selaku pemilik RSUD sekaligus melaporkan kondisi dan penanganan pasien Covid-19. Pada saat yang sama disampaikan juga kebutuhan tenaga perawat dan pendukung pelayanan Covid-19. Dalam postingannya itu, Dirut Nyoman Kesuma bersyukur karena Bupati Suwirta memahami kondisi dan hambatan yang dhadapi.
Bupati setuju dengan keputusan manajemen RSUD Klungkung dan akan membantu tenaga yang dibutuhkan melalui perekrutan tenaga kontrak 6 bulan dengan sumber anggaran belanja tanggap darurat. Diharapkan dilakukan perekrutan secara cepat dan terbuka sesuai ketentuan. Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU Covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur isolasi bayi covid-19.
“Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien Covid-19 semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” sebutnya.
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5388 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3448 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2282 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1067 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan