Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Berpotensi Gelar Even Olah Raga Berpadu Rekreasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selain tersohor dengan seni dan budaya di dunia, Bali juga memiliki potensi mengelar even pariwisata olah raga (sport tourism) dengan konsep berbeda seperti memadukan olah raga sambil berekreasi.
Disamping berolahraga, partisipan juga bisa melakukan rekreasi sembari melihat pemandangan alam di sekitar.
"Konsep tersebut mungkin sangat baru, akan tetapi daerah di Bali sangat tepat sebagai tempat penyelenggaraanya," jelas Ketua Panitia Cycling Marathon 2020, Jappy Sanger, belum lama ini di Denpasar.
Dirinya mecontohkan, konsep bersepeda sambil berekreasi misalnya sangat pas digelar di Bali karena potensi alam di Bali masih sangat menunjang even tersebut.
"Jadi tidak murni olah raga, akan tetapi 50 persen olah raga dan 50 persennya lagi berekreasi atau berwisata", ujarnya.
Untuk wilayah penyelenggaraan menurut dirinya, sangat sulit ditentukan di Bali karena, hampir seluruh wilayah di Bali berpotensi untuk gelaran even tersebut. Setidaknya even tersebut nantinya akan mampu menjadi primadona baru bagi pariwisata Bali, saat ini maupun yang akan datang.
"Tentu nantinya bisa dijadikan, sebagai daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara kesini (Bali-red)," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun