Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
"Bali, Bali, Toraja" Sebuah Perayaan Karya Seni
Apresiasi dan Koleksi Karya Seni Prof. Paul Trinidad
BERITABALI.COM, DUNIA.
Prof. Paul Trinidad adalah seorang dosen Seni Rupa di Universitas Western Australia (UWA) memamerkan koleksi karya seni di Kent Street Galeri di Perth, Western Australia dengan judul “Bali, Bali, Toraja” di Kent Street Gallery, Victoria Park, Perth Western Australia pada 14 Augustus - 2 September 2020.
Pameran ini merupakan penghormatan terhadap hubungan kerja yang sangat erat dengan beberapa seniman dari Bali dan Toraja antara lain: Sang Maestro lukisan Kamasan I Nyoman Mandra (RIP); Ni Made Sri Rahayu (putri); I Made Sesangka (menantu); karya ukiran oleh Alex Panamba dari Toraja dan beberapa karya mahasiswa UWA yang dibimbing oleh para seniman Kamasan dan kolaborasi lukisan antara mahasiswa dan para seniman Kamasan.
Prof. Paul Trinidad membentuk “Bali Studio” sebagai kegiatan international bagi mahasiswa UWA dari berbagai disiplin ilmu. Sejak 10 tahun yang lalu, sudah ratusan mahasiswa yang terlibat dan mendapatkan manfaat dari pengenalan seni dan budaya Bali dalam program ini. Beliau bekerjasama dengan baik dengan mendiang I Nyoman Mandra dan keluarga beliau di Sanggar Seni Kamasan.

Prof. Paul Trinidad juga bekerja sama dengan Fakultas Seni ISI Denpasar. Program ini dibuat untuk mahasiswa UWA dengan pendekatan yang unik, terinspirasi dari pengalaman para mahasiswa yang sadar akan budaya setempat dengan terlibat langsung dalam teknik mengambar Lukisan Kamasan di Sanggar seni Kamasan milik Almarhum I Nyoman Mandra.
Covid 19 memberikan dampak bagi pameran ini dengan memberikan batasan jumlah pengunjung. Oleh karena itu, Kent Street galeri telah membuat tour online yang dapat diakses melalui https://my.matterport.com/show/?m=nEK2YA1iB1L
Teknik menggambar "dancing line" pada lukisan Kamasan diperkenalkan oleh mendiang Almarhum I Nyoman Mandra. Teknik ini digunakan untuk memperjelas dan memperhalus kualitas lukisan Kamasan. Ni Made Sri Rahayu menyukai penyempurnaan hasil karya Sang Maestro dan kekagumannya terhadap visi yang jelas tentang lukisan Kamasan yang diturunkan oleh Sang Maestro yang tak lain adalah ayahnya sendiri.
Nilai spiritual dan simbol-simbol yang ada pada lukisan Kamasan dikenal sebagai Bahasa formal secara visual dalam budaya orang Bali. Hal ini memberikan inspirasi bagi pencinta seni dari Australia, yang merupakan tantangan seniman barat-modern yang dikenal dengan obsesi lukisan photogafi realisme atau lukisan abstrak. Pameran ini sangat didukung oleh pihak UWA.
"Program ini populer dan UWA sangat mendukungnya dan mengundang eksibisi ini untuk tampil lagi di kampus," kata Dr. Kate Hislop, Dekan School of Design.
Sehingga pameran ini akan dilanjutkan di UWA untuk menghormati kegigihan dan komitmen Prof. Paul Trinidad dalam mengembangkan kesadaran orang Australia terhadap budaya Indonesia.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5855 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan