Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tips Aman Minum Arak Bali (2): Susah Dibedakan dari Bau dan Rasa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Arak Bali menjadi topik populer saat ini. Disamping karena minuman khas tradisonal Bali ini menjadi legal karena disahkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub), yang lebih menarik adalah juga direkomendasikan bahkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai terapi untuk penyembuhan pasien Covid-19 yang dikarantina.
Ketua Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali, Ngurah Udayana, mengatakan, saat ini banyak beredar produk arak yang dibuat oleh petani arak. Ada yang memang dibuat murni tanpa campuran, namun ada juga yang memang sudah dicampur misal dengan ethanol.
"Menurut saya, arak yang aman dikonsumsi adalah arak yang sudah lulus tes lab BPOM alias arak legal. Kalau belum tes lab, agak susah membedakan mana yang layak diminum atau ethanol dan mana yang mengandung methanol (berbahaya), hampir tidak bisa dibedakan dari segi bau dan rasa," jelas pria yang lama melanglang buana di luar negeri ini.
Pria yang juga punya pengalaman bekerja di industri minuman alkohol ini menyarankan agar masyarakat mengonsumsi arak yang legal.
"Jadi kesimpulannya yang paling aman adalah arak yang sudah legal. Yang sudah lulus tes uji laboratorium BPOM dan sudah mendapatkan MD (merk dagang) serta menggunakan pita cukai. Saya selalu mengedukasi minumlah minuman alkohol yang legal untuk keamanan dan keselamatan," ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2952 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun