Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Bali Gencarkan Penerapan Protokol Kesehatan di Industri Pariwisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kalangan industri pariwisata di Bali diharapkan mempersiapkan diri dengan menerapkan protokol kesehatan secara matang dalam menyambut era baru tatanan kehidupan saat pandemi Covid-19.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan, dengan kondisi pandemi seperti sekarang, pemerintah meminta pelaku usaha bidang pariwistaa tidak berdiam diri. Harus terus berbenah memanfaatkan pandemi ini, dengan mempersiapkan diri untuk menerapkan protokol kesehatan.
Pulau Bali telah mendapat tempat tersendiri di mata industri pariwisata internasional, keunikan pariwisata budaya Bali telah menarik perhatian dunia internaisional dan hal tersebut dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Bali, meskipun sedang dilanda pandemi Cobid-19 Pulau Bali masih dipercaya sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara.
Diakui Cok Ace, di sisi lain Pandemi COVID-19 membawa dampak yang signifikan bagi semua aspek kehidupan masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, dan budaya. Bali bukan satu-satunya yang mengalami tantangan ini, seluruh dunia juga menghadapi kesulitan yang sama.
"Pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan konsumsi dan produksi produk kreatif dan berdampak negatif pada 98 persen pekerja industri kreatif. Ini memang sangat disayangkan," katanya saat Web Seminar (Webinar) Institut Pariwisata Bali (IPB) Internasional dalam Webinar Series 4 “World Tourism Day 2020” yang bertajuk New Era Tourism Order, secara daring Sabtu (3/10/2020).
Selain mengantisipasi dalam bidang ekonomi, Pemprov Bali melakukan berbagai upaya dalam meminimalisir perluasan dampak yang akan ditimbulkan oleh pandemi covid.
Upaya itu diantaranya mengeluarkan berbagai perda, terkait usaha pertanian lokal, pendisiplinan masyarakat terhadap pelarangan kerumunan dan pendisiplinan penggunaan masker.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menekan kasus covid-19 di Bali yang cenderung semakin meningkat.
"Pemerintah tidak bisa memprediksi kapan pariwisata Mancanegara akan kembali di buka, hal tersebut masih melihat perkembangan kasus yang terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri," imbuhnya.
Namun, ia memastikan bahwa kedepan pariwisata Bali akan berbasis pada pariwisata quality namun dengan tidak mengesampingkan quantity, diharapkan quality dan quantity bisa berjalan beriringan.
Untuk itu, ia sedang gencar meminta para industri pariwisata untk mempersiapkan protokol kesehatan secara matang pada setiap destinasi wisata yang ada di Bali.
"Dukungan masyarakat juga tidgk kalah pentingnya, dimana masyarakat harus bisa menunjukan kepada dunia luar bahwa penerapan protokol kesehatan di masyarakat sangat dilakukan secara disiplin," tutup mantan Bupati Gianyar ini. [mat]
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan