Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pandemi Covid, Vaksinasi Rabies "Stand by" di Balai Banjar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan program vaksinasi rabies di Kabupaten Gianyar. Kendati tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga untuk menyuntikkan vaksin, petugas vaksin telah siap sedia atau "stand by" di balai banjar.
Maka dari itu, masyarakat diharapkan antusias membawa anjing peliharaannya ke balai banjar. Seperti tampak di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Selasa (6/10).
Ditemui di lokasi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III Kabupaten Gianyar drh Nyoman Arya Dharma, seizin Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmasvet) Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santiarka mengatakan vaksinasi rabies ini digelar serentak di Bali selama bulan Oktober 2020.
Digelar dalam rangka penanggulangan rabies di Kabupaten Gianyar. "Targetnya di Banjar Negari sebanyak 415 anjing. Tapi karena pandemi, sesuai protokol kesehatan. Seberapa dapat ya segitu maksimal, tidak lagi bisa masuk ke rumah-rumah," ujarnya.
Drh Arya Dharma yang mewilayahi tiga Kecamatan ini siap sedia di balai banjar bersama 4 petugas lain. "Di Banjar kami stand by sampai siang. Besok lanjut lagi di banjar lain. Dipilihnya Desa Singapadu Tengah ini karena pernah masuk zona merah, ada kasus rabies Tahun 2016 lalu. Bersyukur Tahun 2020 ini nihil kasus," ungkapnya.
Selain zona merah, wilayah Singapadu juga termasuk wilayah perbatasan sehingga rentan terjadi mobilisasi hewan anjing. Untuk 3 kecamatan, telah disiapkan sekitar 6.000 dosis vaksin.
Kepada warga yang anjingnya telah divaksin, diimbau agar tidak memandikan anjing tersebut selama 4 hari. Dokter hewan asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar ini pun mengimbau agar masyarakat memastikan anjing peliharaan tidak dilepasliarkan.
"Agar dipelihara, dirawat. Sebaiknya diikat atau dikandangkan," pinta alumni Kedokteran Hewan Unud ini.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6001 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4682 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2660 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2323 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2238 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan