Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jro Mangku Dalang Cabut Laporan, Kasus Pelecehan Berakhir Damai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus dugaan penghinaan dan pelecehan oleh pemilik akun facebook "Ulian Demen" dan Komang Kobra terhadap Jro Mangku Dalang I Putu Gede Sartika, berakhir damai.
Jro Mangku yang akrab disapa Dalang Calonarang memaafkan kedua pelaku dan serta merta mencabut laporannya ke Polisi. Menurut kuasa hukum korban, Komang Sutrisna, dua pelaku yakni Wayan Yuliarta alias Kucit (33) dan Komang Kobra alias I Nyoman Sudiasa (43) sudah meminta maaf dan menyadari kekeliruannya. Kliennya pun sudah memaafkan kedua pelaku.
"Perdamaian yang diberikan Jro Mangku Dalang Dug Byor, adalah pelajaran berharga. Cara penyelesaian masalah yang elegan, pengungkapan perbuatan melawan hukum, penyadaran dan menghormati sang pinandita. Semoga peristiwa ini jadi pembelajaran berharga bagi kita bersama," beber Komang Sutrisna, Rabu (7/10/2020).
Mantan wartawan ini kembali menuturkan, kedua terlapor telah membuat surat pernyataan yang isinya permintaan maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya yang melecehkan Jro Mangku.
Selain itu, keduanya juga bersedia meminta maaf secara langsung dan di media sosial untuk memulihkan nama baik Jro Dalang.
"Keduanya bersedia membuat sarana upacara pembersihan skala niskala sesuai adat istiadat Desa Kramas, Gianyar," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kasus penghinaan terhadap Jro Mangku oleh pemilik akun Facebook "Ulian Demen" dilaporkan ke Direktorat Reskrimsus Polda Bali. Penyidik kepolisian memanggil pelapor Jro Mangku Dalang, I Putu Gede Sartika, Jumat (11/9).
Jro Mangku Dalang yang dikenal sebagai Dalang Calonarang Keramas Dug Byor itu mengatakan, laporan yang dibuat bukan karena masalah sakit hati. Tapi untuk memberikan pembelajaran bersama untuk menghormati dan menghargai pemangku serta seni tradisional Bali yang memiliki pakem-pakem pertunjukan yang sakral.
"Perbuatan tersebut, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pementasan seni di masyarakat. Setelah merasa tidak puas, kemudian berkomentar tidak karuan dengan kata-kata kasar dan melecehkan Dalang nya di Medsos. Mari belajar untuk menghormati seni sakral di Bali. Siapa lagi yang menghargai seni dan pelaku seni, jika tidak kita sendiri," papar Jro Dalang.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2443 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1936 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun