Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jro Mangku Dalang Cabut Laporan, Kasus Pelecehan Berakhir Damai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus dugaan penghinaan dan pelecehan oleh pemilik akun facebook "Ulian Demen" dan Komang Kobra terhadap Jro Mangku Dalang I Putu Gede Sartika, berakhir damai.
Jro Mangku yang akrab disapa Dalang Calonarang memaafkan kedua pelaku dan serta merta mencabut laporannya ke Polisi. Menurut kuasa hukum korban, Komang Sutrisna, dua pelaku yakni Wayan Yuliarta alias Kucit (33) dan Komang Kobra alias I Nyoman Sudiasa (43) sudah meminta maaf dan menyadari kekeliruannya. Kliennya pun sudah memaafkan kedua pelaku.
"Perdamaian yang diberikan Jro Mangku Dalang Dug Byor, adalah pelajaran berharga. Cara penyelesaian masalah yang elegan, pengungkapan perbuatan melawan hukum, penyadaran dan menghormati sang pinandita. Semoga peristiwa ini jadi pembelajaran berharga bagi kita bersama," beber Komang Sutrisna, Rabu (7/10/2020).
Mantan wartawan ini kembali menuturkan, kedua terlapor telah membuat surat pernyataan yang isinya permintaan maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya yang melecehkan Jro Mangku.
Selain itu, keduanya juga bersedia meminta maaf secara langsung dan di media sosial untuk memulihkan nama baik Jro Dalang.
"Keduanya bersedia membuat sarana upacara pembersihan skala niskala sesuai adat istiadat Desa Kramas, Gianyar," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kasus penghinaan terhadap Jro Mangku oleh pemilik akun Facebook "Ulian Demen" dilaporkan ke Direktorat Reskrimsus Polda Bali. Penyidik kepolisian memanggil pelapor Jro Mangku Dalang, I Putu Gede Sartika, Jumat (11/9).
Jro Mangku Dalang yang dikenal sebagai Dalang Calonarang Keramas Dug Byor itu mengatakan, laporan yang dibuat bukan karena masalah sakit hati. Tapi untuk memberikan pembelajaran bersama untuk menghormati dan menghargai pemangku serta seni tradisional Bali yang memiliki pakem-pakem pertunjukan yang sakral.
"Perbuatan tersebut, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pementasan seni di masyarakat. Setelah merasa tidak puas, kemudian berkomentar tidak karuan dengan kata-kata kasar dan melecehkan Dalang nya di Medsos. Mari belajar untuk menghormati seni sakral di Bali. Siapa lagi yang menghargai seni dan pelaku seni, jika tidak kita sendiri," papar Jro Dalang.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan