Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Tekan Angka Kematian, Warga yang Miliki Penyakit Bawaan Diminta Waspada
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Serangkaian pelaksanaan kunjungan kerja Satgas Covid-19 Nasional di Provinsi Bali, turut dilaksanakan pertemuan virtual dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo ini diikuti oleh seluruh Satgas Covid-19 seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara pun turut hadir secara virtual dari Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Jumat (9/10).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Juru Bicara Satgas Covid-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito, pimpinan Satgas Covid-19 se-Bali, serta instansi terkait lainya di lingkungan Pemprov Bali.
Dalam arahanya, Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun daerah yang aman dari penyebaran Covid-19. Sehingga bagi seluruh masyarakat diharapkan untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Hal ini merupakan langkah nyata untuk mendukung pencegahan.
“Kalau yang muda mungkin tidak ada komorbid, sehingga masih aman, tapi ketika bertemu dengan orang-orang dirumah yang memliki komorbid (riwayat penyakit-red), inilah sangat rentan, dan ini harus kita waspadai bersama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan bahwa GTPP Covid-19 Kota Denpasar siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19.
Dimana, berbagai upaya telah dilaksanakan dan dimaksimalkan Pemkot Denpasar dalam mendukung pencegahan. Berbagai stakeholder juga turut digandeng, sehingga partisipasi masyarakat dapat tercipta. Hal ini dilaksanakan mengingat meningkatnya intensitas penyebaran Covid-19 di dalam keluarga.
“Jadi kita sudah menggandeng berbagai stakeholder, ada PKK, Posyandu, Jumantik dan hingga lapisan terbawah, ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya klaster keluarga,” kata Rai iswara.
Lebih lanjut dijelaskan, selain menekan penambahan kasus, GTPP Kota Denpasar juga senantiasa berupaya untuk menekan angka kematian. Sejauh ini, pasien meninggal didominasi dengan komorbid atau penyakit bawaan yakni diabetes dan hipertensi. Sehingga guna meminimalisir resiko, GTPP turut mengajak masyarakat atau anggota masyarakat yang memiliki komorbid berupa diabetes militus atau hipertensi agar lebih waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Jadi kami fokus menggarap sektor yang krusial, seperti menurunkan resiko penyebaran, serta menurunkan angka kematian, sehingga bagi masyarakat yang memiliki komorbid diabetes militus dan hipertensi atau penyakit lainya agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun