Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Minim Kunjungan, Puluhan Kios di Tanah Lot Tutup
BERITABALI.COM, TABANAN.
Belum dibukanya penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai berdampak langsung pada kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot. Puluhan kios penjual suvenir masih memilih tutup. Kendati sudah ada kunjungan wisatawan lokal.
Seperti diakui seorang pedagang, Nyoman Sutama asal Desa Beraban, Kecamatan Kediri, ia bersama istrinya dalam seminggu hanya buka kios dua hingga tiga kali. Terutama saat akhir minggu dimana kunjungan lebih banyak.
“Tamu tidak tentu, jika sebelum Covid akhir pekan selalu ramai, sekarang sepi, bahkan terkadang meski sudah buka dari siang sampai sore, tidak dapat untung,” ujarnya.
Kondisi ini dirasa akan cukup panjang untuk pemulihan ekonomi, mengingat Covid-19 merupakan wabah yang mendunia, berbeda dengan pasca-bom Bali yang tingkatnya kejadian lokal tidak berdampak signifikan pada pariwisata.
Seperti diketahui, meski sektor pariwisata sudah mulai dibuka untuk wisawatan lokal sejak bulan Juli 2020, namun denyut perekonomian khususnya di obyek wisata belum sepenuhnya pulih. Ini dikarenakan tingkat kunjungan wisatawan masih belum sepenuhnya pulih akibat dampak mewabahnya pandemi Covid-19.
Berbagai sektor yang menggantungkan diri di pariwisata menjadi tidak berdaya. Salah satunya yang cukup dirasakan dampaknya oleh sekitar 650 pedagang baik kios dan los yang ada di seputaran DTW Tanah Lot. Masyarakat kemungkinan lebih banyak memilih berdiam diri di rumah.
Kepala Divisi Pasar DTW Tanah Lot Made Adhi Susila mengatakan, sejak DTW dibuka Juli memang tidak banyak pedagang yang kembali beraktivitas mengingat kunjungan juga belum pulih seperti sebelum Covid.
“Rata-rata hanya 2 persen yang buka, itupun sifatnya datang sebentar untuk sekedar bersih-bersih, mebanten dan mengecek makanan kadaluarsa kalau untuk pedagang makanan minuman, apalagi daya beli masyarakat memang sedang lesu,” ucapnya.
Dan kondisi ini diakuinya menyebabkan sejumlah pemilik kios yang putus kontrak. Serta ada pula pedagang khususnya yang los makanan dan minuman lebih memilih berjualan di rumah atau lokasi lain untuk tetap mendapatkan pembeli.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun