Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Minim Kunjungan, Puluhan Kios di Tanah Lot Tutup
BERITABALI.COM, TABANAN.
Belum dibukanya penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai berdampak langsung pada kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot. Puluhan kios penjual suvenir masih memilih tutup. Kendati sudah ada kunjungan wisatawan lokal.
Seperti diakui seorang pedagang, Nyoman Sutama asal Desa Beraban, Kecamatan Kediri, ia bersama istrinya dalam seminggu hanya buka kios dua hingga tiga kali. Terutama saat akhir minggu dimana kunjungan lebih banyak.
“Tamu tidak tentu, jika sebelum Covid akhir pekan selalu ramai, sekarang sepi, bahkan terkadang meski sudah buka dari siang sampai sore, tidak dapat untung,” ujarnya.
Kondisi ini dirasa akan cukup panjang untuk pemulihan ekonomi, mengingat Covid-19 merupakan wabah yang mendunia, berbeda dengan pasca-bom Bali yang tingkatnya kejadian lokal tidak berdampak signifikan pada pariwisata.
Seperti diketahui, meski sektor pariwisata sudah mulai dibuka untuk wisawatan lokal sejak bulan Juli 2020, namun denyut perekonomian khususnya di obyek wisata belum sepenuhnya pulih. Ini dikarenakan tingkat kunjungan wisatawan masih belum sepenuhnya pulih akibat dampak mewabahnya pandemi Covid-19.
Berbagai sektor yang menggantungkan diri di pariwisata menjadi tidak berdaya. Salah satunya yang cukup dirasakan dampaknya oleh sekitar 650 pedagang baik kios dan los yang ada di seputaran DTW Tanah Lot. Masyarakat kemungkinan lebih banyak memilih berdiam diri di rumah.
Kepala Divisi Pasar DTW Tanah Lot Made Adhi Susila mengatakan, sejak DTW dibuka Juli memang tidak banyak pedagang yang kembali beraktivitas mengingat kunjungan juga belum pulih seperti sebelum Covid.
“Rata-rata hanya 2 persen yang buka, itupun sifatnya datang sebentar untuk sekedar bersih-bersih, mebanten dan mengecek makanan kadaluarsa kalau untuk pedagang makanan minuman, apalagi daya beli masyarakat memang sedang lesu,” ucapnya.
Dan kondisi ini diakuinya menyebabkan sejumlah pemilik kios yang putus kontrak. Serta ada pula pedagang khususnya yang los makanan dan minuman lebih memilih berjualan di rumah atau lokasi lain untuk tetap mendapatkan pembeli.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 512 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 374 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 303 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 290 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 242 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar