Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Bali Ekspor 12 Ton Biji Kakao Khas Jembrana ke Belanda
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali masih berhasil melakukan ekspor produk lokal ke Mancanegara. Adalah produk biji Kakao fermentasi organik asal Jembrana yang mampu menembus pasar luar negeri hingga ke Belanda.
Hal ini menunjukkan produk – produk pertanian Bali memiliki daya saing dengan produk – produk Negara lain, yang diharapkan dapat dikembangkan guna menunjang sektor pariwisata yang terpuruk seperti saat ini.
Demikian harapan yang disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri acara Pelepasan Ekspor Perdana Biji Kakao oleh IKM Kertha Semaya Samania secara virtual di ruang kerjanya, Senin (19/10).
Masih dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini lebih jauh menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan ekspor tersebut yang diharapkan menjadi cerminan dan pemacu sektor pertanian Bali bisa bangkit dan berkembang lebih maju, agar bisa terus meningkatkan ekspor produk serupa maupun produk – produk pertanian lainnya yang memiliki kualitas unggul.
“Kedepan sektor pertanian harus dibangun dengan baik, menggali lebih dalam potensi yang ada, sehingga pertanian Bali maju, dan Bali pun tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Disamping juga dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat Bali,” tegas Cok Ace.
Pertanian pun diharapkan menjadi sektor yang menjanjikan dan mampu memberikan penghidupan bagi para pelakunya, sehingga minat masyarakat menjadi petani pun meningkat.
“Pertanian yang maju adalah pertanian yang memberi nilai lebih, para petani memperoleh pendapatan yang lebih baik, sehingga animo untuk mengolah lahannya pun meningkat,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar Kusuma Santi menyatakan produk pertanian Bali sangat diminati, salah satunya kakao yang bijinya bernilai sangat tinggi. Untuk itulah Bea Cukai ikut mendorong peningkatan budaya kakao, terutama dalam kaitan ekspor yang bisa memberikan pendapatan bagi Negara.
Melalui program Klinik Ekspor, Bea Cukai mendorong para IKM untuk melaksanakan proses ekspor – impor secara mandiri tanpa pihak ketiga sehingga mampu mengurangi biaya produksi.
“Tujuan program ini supaya masyarakat menyadari bahwa prosedur ekspor maupun Impor Ekspor secara mandiri prosesnya tidak rumit,” ujarnya seraya menjelaskan upaya – upaya yang telah dilaksanakan dalam mendukung usaha masyarakat seperti asistensi dan pembahasan dengan para petani mengenai peningkatan kualitas coklat, pendaftaran koperasi KSP sampai dengan memperoleh ide untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor.
Ekspor biji Kakao sebanyak 12 ton ini dipesan oleh seorang pengusaha asal Den Haag, Belanda, Dejan Borisavljevic, yang menyukai kualitasnya untuk selanjutnya diolah menjadi produk coklat dan sebagainya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan