Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Hasil Rapat Desa Adat Keliki Pasca Bade Tumpang 9 Roboh
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bendesa Keliki Kangin, I Made Suadiasa mengatakan, sesuai hasil rapat dengan prajuru, Minggu (25/10) malam, telah disepakati akan ada upacara pecaruan di rumah yang tertimpa bade tumpang 9 yang roboh.
Namun pihaknya menegaskan, terkait kapan dan bagaimana bentuk upacara pecaruannya, masih menanyakan pada Pedanda.
"Hasil rapat tadi malam, kami tetap menjalankan awig-awig yang telah ditetapkan. Maka, daripada itu akan ada pecaruan. Tetapi untuk prosesinya, akan ditanyakan terlebih dahulu dengan nak lingsir di griya," jelasnya.
Terkait dimana saja akan dilangsungkan pencaruan, Made Suadiasa mengatakan di rumah yang tertimpa bade. Sementara prosesi dan biayanya ditanggung oleh pihak keluarga yang memiliki bade tersebut. Dalam hal ini, pihak prajuru Desa Adat Keliki Kangin, beserta empat kelian banjar, bendesa dan perbekel hadir dalam upacara tersebut sebagai saksi.
"Pecaruan itu di rumah warga yang ditimpa bade. Nanti yang menanggung biaya dan melakukan prosesi upacara adalah pihak yang memiliki bade. Sementara pihak desa adat termasuk perbekelne, nanti mendampingi atau hadir sebagai saksi," ujarnya.
Pasca insiden tersebut, kata Bendesa, situasi di desanya masih tetap kondusif. Hubungan antara pemilik rumah dan pelaksana Pitra Yadnya tetap harmonis.
"Semua tahu ini merupakan musibah yang tak seorang pun menghendaki. Karena itu, antara krama pemilik rumah dan pemilik bade tidak ada masalah, karena murni musibah," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang