Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ini Komoditas Penyebab Denpasar Deflasi Minus 0,16%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Bali mencatat pada bulan September 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam -0,16 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 103,80 pada Agustus 2020 menjadi 103,63 pada September 2020.
Sementara itu, tingkat deflasi tahun berjalan September 2020 tercatat sedalam -0,02 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2020 terhadap September 2019 atau YoY) tercatat setinggi 0,80 persen.
Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok I (makanan, minuman, dan tembakau) sedalam -1,00 persen; kelompok II (pakaian dan alas kaki) sedalam -0,55 persen; kelompok VI (transportasi) sedalam -0,49 persen; dan kelompok IX (pendidikan) sedalam -0,04 persen.
Sementara itu, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok IV (perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga) setinggi 1,49 persen; kelompok V (kesehatan) setinggi 0,45 persen; kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran) setinggi 0,37 persen; kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lainnya) setinggi 0,08 persen; dan kelompok III (perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga) setinggi 0,03 persen.
Dua kelompok pengeluaran tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok VII (informasi, komunikasi, dan jasa keuangan) dan kelompok VIII (rekreasi, olahraga, dan budaya).
Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan September 2020 antara lain, daging ayam ras, tarif angkutan udara, lemari pakaian, tomat, sandal karet untuk pria, tarif angkutan antar kota, bawang merah, ikan jengki, telur ayam ras, dan emas perhiasan.
Dari 90 kota IHK, tercatat 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Timika (Papua) sedalam -0,83 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Bukittinggi (Sumatera Barat), Jember (Jawa Timur), dan Singkawang (Kalimantan Barat) masing-masing sedalam -0,01 persen.
Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Gunung Sitoli (Sumatera Utara) setinggi 1,00 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Pekanbaru (Riau) dan Pontianak (Kalimantan Barat) masing-masing setinggi 0,01 persen. Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Denpasar menempati urutan ke-28 dari 56 kota yang mengalami deflasi.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang