Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Suka Duka Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menjadi garda terakhir dalam penanganan Covid-19. Tim ini bertugas melakukan pemulasaran atau pemakaman jenazah yang terkonfirmasi Covid-19. Tentu tidak boleh sembarangan mereka melakukan tugasnya dan harus mengikuti protokol kesehatan pemakaman jenazah Covid-19.
Tim ini juga rentan tertular, walaupun mereka sudah menggunakan alat pelindung diri (APD). Bahkan, di awal-awal penugasan Covid-19, mereka seringkali stress dan berfikir tentang kemungkinan besar mereka tertular. Namun, apapun itu, mereka tetap harus menunaikan tugas untuk melaukan pemakaman terhadap jenazah Covid-19.
Salah satu anggta TRC, Gede Sudiasa mengaku agar tidak tertular, diantara tim saling mengingatkan agar selalu terhindar dari potensi penularan.
Hal penting yang selalu ia lakukan dengan petugas pemakanan lainnya sebelum bertugas. Di antaranya selalu memastikan kondisi APD yang digunakan harus benar-benar menutup rapat seluruh bagian tubuh hingga wajah.
Tak jarang sampai harus ditutup dengan lakban. Petugas pun perlu menjaga stamina tubuh dalam kondisi fit, mengecek semua peralatan yang digunakan, dan memeriksa kondisi mobil ambulans serta mobil pengiring. Kemudian tidak lupa berdoa sebelum berangkat.
“Seperti memakai APD, kami harus yakin tidak ada celah sedikitpun. Bahkan jika perlu, kai pakai lakban agar tidak ada rongga di PAD yang kami gunakan,” jelas Sudiasa.
Gede Sudiasa menyampaikan, sebagai petugas pemakaman, ia pantang pulang sebelum jenazah yang dikebumikan benar-benar steril dan pemakaman sudah memenuhi standar protokol Covid-19.
"Jenazah tidak boleh terlalu lama. Sehingga minimal waktu yang diberikan saat pemakaman dari mengambil jenazah sampai dikuburkan paling lama 4 jam," ujarnya.
Demikian juga ketika melakukan pemulasaran jenazah. Jenazah dimandikan, di semprotkan disinfektan, baru dilapisi plastik, disemprot kembali dengan desinfektan, dibungkus kain, dan dimasukkan kedalam peti mati.
Sebagai petugas pemakanan Covid-19, pria berusia 56 tahun ini tak mengenal waktu dalam bertugas. Kapan pun jika dipanggil atau dihubungi untuk melakukan pemakaman jenazah harus selalu siap.
"Pernah baru lepas sepatu pulang dari kantor. Telepon berdering diinfokan oleh pimpinan dan gugus tugas untuk segera melakukan pemakaman jenazah. Karena tugas harus kami laksanakan," terangnya.
Gede Sudiasa juga mengalami beberapa waktu lalu saat beradu dengan waktu mengantarkan jenazah pasien Covid-19. Saat di tempat pemakaman, petugas juga mesti berhadapan dengan masyarakat dan keluarga pasien.
Biasanya ketika melaksanakan pemakaman masih banyak masyarakat yang awam dan tak percaya dengan Covid-19. Tak ayal, ia kerap menerima penolakan, beradu argumen, hingga dimarahi oleh warga. Bahkan ada dari keluarga pasien yang ingin membuka jenazah dan ingin mengeluarkannya secara pribadi.
" Ya hampir semua sudah kami temui. Namanya juga masyarakat umum ada yang masih awam. Kami hanya perlu waktu saja untuk menjelaskan kepada mereka baik-baik tentang prosedur pemakaman jenazah yang positif Covid-19 dan meminta pengertian mereka," sambungnya
Setelah mengantar jenazah ke pemakaman, para petugas harus masuk ke ruang dekontaminasi. Tujuannya agar mereka terhindar dari virus yang menempel pada tubuh dan pakaian masing-masing petugas. Ada sejumlah tahapan yang harus mereka lalui, mulai dari penyemprotan desinfektan, sabun hingga dekontaminasi itu sendiri.
"Pada saat proses pemakaman kami juga harus memastikan kondisi di area pemakaman tidak banyak kerumunan. Hanya memperbolehkan keluarga inti pasien saja yang mengikuti prosesi pemakaman," pungkasnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 469 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik