Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Suka Duka Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Buleleng

Kamis, 5 November 2020, 17:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menjadi garda terakhir dalam penanganan Covid-19. Tim ini bertugas melakukan pemulasaran atau pemakaman jenazah yang terkonfirmasi Covid-19. Tentu tidak boleh sembarangan mereka melakukan tugasnya dan harus mengikuti protokol kesehatan pemakaman jenazah Covid-19.

Tim ini juga rentan tertular, walaupun mereka sudah menggunakan alat pelindung diri (APD). Bahkan, di awal-awal penugasan Covid-19, mereka seringkali stress dan berfikir tentang kemungkinan besar mereka tertular. Namun, apapun itu, mereka tetap harus menunaikan tugas untuk melaukan pemakaman terhadap jenazah Covid-19.

Salah satu anggta TRC, Gede Sudiasa mengaku agar tidak tertular, diantara tim saling mengingatkan agar selalu terhindar dari potensi penularan.

Hal penting yang selalu ia lakukan dengan petugas pemakanan lainnya sebelum bertugas. Di antaranya selalu memastikan kondisi APD yang digunakan harus benar-benar menutup rapat seluruh bagian tubuh hingga wajah. 

Tak jarang sampai harus ditutup dengan lakban. Petugas pun perlu menjaga stamina tubuh dalam kondisi fit, mengecek semua peralatan yang digunakan, dan memeriksa kondisi mobil ambulans serta mobil pengiring. Kemudian tidak lupa berdoa sebelum berangkat.

“Seperti memakai APD, kami harus yakin tidak ada celah sedikitpun. Bahkan jika perlu, kai pakai lakban agar tidak ada rongga di PAD yang kami gunakan,” jelas Sudiasa.

Gede Sudiasa menyampaikan, sebagai petugas pemakaman, ia pantang pulang sebelum jenazah yang dikebumikan benar-benar steril dan pemakaman sudah memenuhi standar protokol Covid-19.

 "Jenazah tidak boleh terlalu lama. Sehingga minimal waktu yang diberikan saat pemakaman dari mengambil jenazah sampai dikuburkan paling lama 4 jam," ujarnya.

Demikian juga ketika melakukan pemulasaran jenazah. Jenazah dimandikan, di semprotkan disinfektan, baru dilapisi plastik, disemprot kembali dengan desinfektan, dibungkus kain, dan dimasukkan kedalam peti mati.

Sebagai petugas pemakanan Covid-19, pria berusia 56 tahun ini tak mengenal waktu dalam bertugas. Kapan pun jika dipanggil atau dihubungi untuk melakukan pemakaman jenazah harus selalu siap.

"Pernah baru lepas sepatu pulang dari kantor. Telepon berdering diinfokan oleh pimpinan dan gugus tugas untuk segera melakukan pemakaman jenazah. Karena tugas harus kami laksanakan," terangnya.

Gede Sudiasa  juga mengalami beberapa waktu lalu saat beradu dengan waktu mengantarkan jenazah pasien Covid-19. Saat di tempat pemakaman, petugas juga mesti berhadapan dengan masyarakat dan keluarga pasien.

Biasanya ketika melaksanakan pemakaman masih banyak masyarakat yang awam dan tak percaya dengan Covid-19. Tak ayal, ia kerap menerima penolakan, beradu argumen, hingga dimarahi oleh warga. Bahkan ada dari keluarga pasien yang ingin membuka jenazah dan ingin mengeluarkannya secara pribadi.

" Ya hampir semua sudah kami temui. Namanya juga masyarakat umum ada yang masih awam. Kami hanya perlu waktu saja untuk menjelaskan kepada mereka baik-baik tentang prosedur pemakaman jenazah yang positif Covid-19 dan meminta pengertian mereka," sambungnya

Setelah mengantar jenazah ke pemakaman, para petugas harus masuk ke ruang dekontaminasi. Tujuannya agar mereka terhindar dari virus yang menempel pada tubuh dan pakaian masing-masing petugas. Ada sejumlah tahapan yang harus mereka lalui, mulai dari penyemprotan desinfektan, sabun hingga dekontaminasi itu sendiri.

"Pada saat proses pemakaman kami juga harus memastikan kondisi di area pemakaman tidak banyak kerumunan. Hanya memperbolehkan keluarga inti pasien saja yang mengikuti prosesi pemakaman," pungkasnya. (NOV)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami