Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Uniknya Pernikahan Pasangan Pengantin Asal Karangasem Naik Arko
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ada yang unik dalam acara pernikahan pasangan I Komang Saputra dengan Ni Kadek Yuliantari asal Banjar Dinas Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Dimana sepulang dari acara penjemputan mempelai wanita, keduanya menaiki Arko (alat untuk mengangkut barang satu roda) yang dihias sedemikian rupa menuju rumah pengantin pria.
Menurut Saputra, alasannya menaiki Arko tersebut bukan datang dari darinya sendiri melainkan karena ada salah seorang sahabatnya yang membayar "sanggupan" atau kaul.
"Sebelumnya ada teman yang bikin kaul, kaulnya jika saya nikah setelah upacaranya saya akan dianter naik arko saat nikah," kata Saputra di sela - sela upacara pernikahannya pada Jumat (06/11/2020).
Sementara itu, I Nengah Rata Yasa alias Kipli sahabat sekaligus orang yang membuat kaul tersebut mengatakan bahwa, kaul itu diucapkannya pada saat menggelar upacara melaspas sanggah di rumahnya beberapa bulan lalu.
"Waktu itu pas melaspas sanggah di rumah saya, saya bilang kalo nanti benar Komang Saputra ini nikah sama Yuliantri setelah upacara saya, maka nanti akan diantar pakai Arko saat upacara pernikahannya," tutur Kipli.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2963 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun