Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Wisata Halal, Momentum Pemulihan Pariwisata di Masa Pandemi
BERITABALI.COM, NTB.
Konsep wisata halal, menjadi momentum untuk segera membangkitkan pariwisata Indonesia. Konsep 'halal tourism' dinilai menjadi 'vaksin' pariwisata di masa pandemi, karena sangat selaras dengan kebijakan era new normal di masa Covid-19.
Wisata Halal atau halal tourism sudah menjadi tren baru dalam konsep pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Konsep wisata semakin mendunia ketika Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinobatkan sebagai 'World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination di negara Dubai, 2015 lalu.
Asisten Asraf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja S Sos M Si, saat menjadi narasumber pada acara ngobrol bareng bertajuk 'Wisata Halal dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Indonesia', bertempat di Mataram mengungkapkan, wisata halal adalah lifestyle atau gaya hidup para wisatawan untuk memilih makanan dan tempat yang sehat, bersih, dan aman.
"Wisata halal merupakan solusi dari pandemi Covid-19. Halal itu berbicara tentang kebersihan, kesehatan, tentang makanan yang sehat dan tempat yang bersih," ujar Guntur Subagja.
Inovasi wisata halal yang diterapkan di NTB, menurut Guntur bukan hanya sebagai pemantik mempercepat pemulihan pariwisata. Konsep wisata halal bukan hanya berbicara tentang Islam, namun lebih kepada layanan dan tempat yang mengedepankan kebersihan. Sehingga wisatawan yang datang ditawarkan pilihan. Apakah ingin menikmati konsep wisata konvensional, ataukah konsep wisata halal.
"Halal tourism bukan dikotomi antara muslim dan non muslim. Tetapi tentang pilihan konsep pelayanan dan gaya hidup," jelas Guntur lagi.
Hal senada dikatakan Taufan Rahmadi, Juru bicara Sandiaga Uno Bidang Pariwisata. Berbicara tentang kesehatan, sebenarnya sudah ada sejak wisata halal diterapkan. Jadi, pola new normal dan gaya berwisata di era saat ini, merupakan bagian dari halal tourism.
"Kalau pandemi ini masih terus mewabah, berarti halal adalah cara untuk tetap survive. Konsepnya tetap menjadi contoh dan standar," ujar Taufan Rahmadi.
Bahwa pandemi merupakan sesuatu yang tidak pasti. Namun kepastian dalam layanan berwisata pilihannya adalah halal. Dan konsep wisata halal itu tidak memaksa, karena itu adalah pilihan gaya hidup.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan