Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
HP Dirusak Orang Tua, Pemuda Nekat Gantung Diri
BERITABALI.COM, NTB.
Pemuda 19 tahun berinisial MD asal Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kejadian bunuh diri dengan TKP di rumahnya pada, Kamis (26/11) sekitar pukul 09.30 WITA tersebut, diduga lantaran MD kecewa setelah handphone (HP) miliknya yang sering digunakan main game, dirusak oleh orang tuanya.
Kapolres Bima Kota melalui Kapolsek Wera, IPTU Husnain mengungkapkan, saat kejadian bunuh diri MD itu, Nasmirah selaku ibu kandung korban sedang berada di samping rumah dan tengah menjemur padi.
Saat itu, ibunya sempat mendengar suara MD yang tengah memukul kayu dari atas rumahnya yang dibangun berupa rumah panggung.
“Awalnya, ibu korban mengira anaknya sedang memperbaiki sesuatu. Sehingga sama sekali tidak menegurnya dan tidak pernah terlintas dibenaknya jika anaknya sedang mempersiapkan diri untuk bunuh diri,” ujar Kapolsek Iptu Husnain.
Sesaat kemudian, ibu korban naik ke rumahnya. Namun wanita ini sontak berteriak dan menangis histeris. Pasalnya, Nasmirah melihat anaknya sudah dalam keadaan gantung diri dengan seutas ikat pinggang. Dengan keadaan tersebut, MD tidak bergerak sama sekali.
Mendengar teriakan orang tua korban, warga sekitar rumahnya berdatangan lalu melakukan pertolongan dengan memotong ikat pinggang yang terjerat di leher korban. Kemudian warga membawa korban ke Puskesmas Wera dan langsung diberikan tindakan medis.
“Namun korban dinyatakan telah meninggal dunia saat masih di rumahnya,” tutur Kapolsek.
Terhadap kejadian bunuh diri ini, berdasarkan informasi sementara, diduga korban merasa tidak terima Handphone (Hp) miliknya dirusak oleh orang tuanya. Dimana, Hp tersebut selama ini selalu digunakan korban untuk main Game.
“Itu dugaan sementara kami berdasarkan informasi di lapangan, bahwa korban kesal hpnya dirusak,” ungkapnya.
Dengan kejadian tersebut pihak kepolisian mengamankan satu buah ikat pinggang, palu yang terbuat dari kayu dan satu unit HP merek Samsung warna hitam. Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan diotopsi. Sehingga polisi membuatkan surat pernyataan penolakan tersebut.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang