Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




HP Dirusak Orang Tua, Pemuda Nekat Gantung Diri

Sabtu, 28 November 2020, 10:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Pemuda 19 tahun berinisial MD asal Desa Nunggi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri

Kejadian bunuh diri dengan TKP di rumahnya pada, Kamis (26/11) sekitar pukul 09.30 WITA tersebut, diduga lantaran MD kecewa setelah handphone (HP) miliknya yang sering digunakan main game, dirusak oleh orang tuanya. 

Kapolres Bima Kota melalui Kapolsek Wera, IPTU Husnain mengungkapkan, saat kejadian bunuh diri MD itu, Nasmirah selaku ibu kandung korban sedang berada di samping rumah dan tengah menjemur padi. 

Saat itu, ibunya sempat mendengar suara MD yang tengah memukul kayu dari atas rumahnya yang dibangun berupa rumah panggung.

“Awalnya, ibu korban mengira anaknya sedang memperbaiki sesuatu. Sehingga sama sekali tidak menegurnya dan tidak pernah terlintas dibenaknya jika anaknya sedang mempersiapkan diri untuk bunuh diri,” ujar Kapolsek Iptu Husnain.

Sesaat kemudian, ibu korban naik ke rumahnya. Namun wanita ini sontak berteriak dan menangis histeris. Pasalnya, Nasmirah melihat anaknya sudah dalam keadaan gantung diri dengan seutas ikat pinggang. Dengan keadaan tersebut, MD tidak bergerak sama sekali.

Mendengar teriakan orang tua korban, warga sekitar rumahnya berdatangan lalu melakukan pertolongan dengan memotong ikat pinggang yang terjerat di leher korban. Kemudian warga membawa korban ke Puskesmas Wera dan langsung diberikan tindakan medis.

“Namun korban dinyatakan telah meninggal dunia saat masih di rumahnya,” tutur Kapolsek.

Terhadap kejadian bunuh diri ini, berdasarkan informasi sementara, diduga korban merasa tidak terima Handphone (Hp) miliknya dirusak oleh orang tuanya. Dimana, Hp tersebut selama ini selalu digunakan korban untuk main Game.

“Itu dugaan sementara kami berdasarkan informasi di lapangan, bahwa korban kesal hpnya dirusak,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut pihak kepolisian mengamankan satu buah ikat pinggang, palu yang terbuat dari kayu dan satu unit HP merek Samsung warna hitam. Pihak keluarga menolak dilakukan visum dan diotopsi. Sehingga polisi membuatkan surat pernyataan penolakan tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami